Mudik Dibatasi, Penjualan Mobkas Cenderung Stabil

Susi Susanti, Jurnalis · Jum'at 07 Mei 2021 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 52 2407135 mudik-dibatasi-penjualan-mobkas-cenderung-stabil-WaaBRN9V4J.jpg Mobil bekas (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang dibarengi dengan budaya mudik biasanya menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh pelaku industri otomotif. Mengapa? karena biasanya di momen itu, penjualan mobil baru atau mobil bekas (mobkas) akan meningkat.

Namun, dengan adanya kebijakan pelarangan dan pembatasan mudik di tahun 2021 untuk mencegah penularan virus Covid-19, penjualan mobil termasuk mobil bekas menjelang Idul Fitri ini tidak ada perubahan signifikan.

Chief Operating Officer (COO) Mobil88, Sutadi, dalam diskusi media yang dihelat secara daring, Kamis, mengatakan salah satu faktor mengapa penjualan mobil bekas masih cenderung stabil atau tidak terlalu terdampak adalah karena adanya relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) yang sudah dihadirkan sejak Maret lalu dan mendorong tingkat konsumsi masyarakat.

"Relaksasi membuat orang yang mulanya tidak mau beli, menjadi beli. Tingkat konsumsi menjadi naik. Sejauh ini, belum ada pembatalan SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) gara-gara dilarang mudik," terangnya, seperti dikutip Antara.

(Baca juga: Sensor Ini Diklaim Bisa Deteksi Kendaraan Berjarak Lebih dari 500 Meter)

"Konsumsi di market, (masyarakat) beli karena ada diskon menarik. Dan mudik ini kan seasonal, dulu setiap kali Lebaran, (penjualan mobil) naik. Tapi, tahun ini unik. Seharusnya masih bisa optimis. Tapi beberapa waktu ini ada lonjakan (kasus Covid-19) di India yang mengkhawatirkan, sehingga kita juga harus tetap waspada," lanjutnya.

Lebih lanjut, Sutadi mengatakan PPnBM membawa angin segar bagi industri otomotif khususnya di segmen mobil bekas.

"Industri otomotif sudah mulai bergairah lagi, apalagi pemerintah mendukung secara finansial lewat DP (uang muka) ringan dan bunga rendah. Mobil bekas adalah turunan dari mobil baru, sehingga ini berdampak positif ke kita. Adanya relaksasi ini sangat berdampak positif buat kita," ungkapnya.

"Kalau secara normal, market belum kembali. Tapi tahun 2021 lebih baik dibandingkan 2020 di awal pandemi di bulan Maret. Perbandingannya cukup jauh," ujarnya.

(Baca juga: Ini Penyebab Setir Mobil Bergetar Saat Direm dan Cara Mengatasinya)

Sutadi mengungkapkan jenis mobil bekas yang paling sering diincar adalah kendaraan utilitas sport (SUV). Menurut dia, SUV cocok bagi pengendara di Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta.

"SUV yang secara medan bisa di dua kondisi. Seperti misalnya di Jakarta sering ada genangan, sehingga customer memilih kendaraan yang tinggi. SUV masih menjadi andalan di market kita," tambahnya.

"Toyota Rush, Xenia, Avanza, Innova, hingga Terios diminati. Fortuner adalah yang paling menarik. Di kelas middle dan middle up, marke-tnya cenderung tidak turun. Yang turun malah di kelas low segment seperti Avanza ke bawah," imbuhnya.

Sutadi melanjutkan, perusahaannya juga mulai fokus untuk penjualan daring di platform digital. Mobil88 baru-baru ini meluncurkan E-store yang memungkinkan pengguna untuk menjual dan melakukan transaksi otomotif secara daring dan mudah.

(amr)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini