INEOS Grenadier Berhasil Taklukkan Medan Pegunungan Berbatu

Antara, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 52 2411798 ineos-grenadier-berhasil-taklukkan-medan-pegunungan-berbatu-oZEo3xSRJx.jpg INEOS uji SUV Grenadier di pegunungan Austria (Antara)

INEOS Automotive telah menyelesaikan tahap pengujian dinamis untuk mobil sport utility vehicle (SUV) Grenadier di pegunungan Schockl, Austria.

Chairman INEOS, Sir Jim Ratcliffe, mengatakan pengujian Grenadier di pegunungan Schockl yang tidak jauh dari kantor pusat mereka di Magna Steyr di Austria, adalah untuk menilai kualitas engineering dan daya tahan mobil tersebut.

Baca juga:  4 Merek Mobil yang "Disuntik Mati" di Tanah Air pada Tahun Ini, Mulai Honda Jazz hingga Isuzu Panther

“Dibandingkan dengan versi awal Grenadier yang saya kemudikan setahun yang lalu, kami berhasil membuat langkah yang besar,” kata Sir Jim, Selasa (18/5/2021).

“Gunung Schockl adalah tantangan yang berat untuk semua mobil 4X4. Hari ini merupakan ujian yang sesungguhnya untuk prototipe-prototipe kami, dan mereka berhasil melewatinya dengan sangat baik. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi saya percaya bahwa Grenadier akan berfungsi seperti yang kami inginkan," kata dia.

Terkenal memiliki medan berbatu yang sulit ditaklukkan, pegunungan di Austria itu telah lama digunakan oleh Magna Steyr untuk menguji kemampuan off-road dan daya tahan mobil.

 

INEOS berencana menguji lebih dari 130 prototipe dengan akumulasi jarak sejauh 1,8 juta kilometer di medan ekstrem di seluruh dunia. Namun hal itu mengalami penundaan pada 2020 sejalan dengan upaya INEOS dalam merevisi jadwal proyek dan waktu produksi Grenadier.

“Mencapai tahap pengembangan yang penting ini adalah sebuah langkah maju ke depan yang besar untuk proyek ini. Kami hanya memiliki satu kesempatan untuk mewujudkannya, sekaligus mencapai target performa dan kualitas Grenadier," kata Dirk Heilmann, CEO INEOS Automotive.

Baca juga: Unik, Mobil SUV G-Class Ini Dibuat dari Balok Es

"Setelah hasil yang sangat positif hari ini, kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target dan memulai produksi paling lambat di bulan Juli tahun depan," kata dia.

Berikutnya, Grenadier harus menjalani pengujian cuaca panas di beberapa wilayah terpanas di dunia, termasuk Death Valley di Amerika Serikat dan di padang gurun Timur Tengah.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini