Kenali Ground Clearance dan Fungsinya sebelum Beli Mobil

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Senin 28 Juni 2021 10:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 87 2431901 kenali-ground-clearance-dan-fungsinya-sebelum-beli-mobil-72vkRyzVa0.jpg Ilustrasi BMW M3 320i (Foto: mobil.mitula.co.id)

JAKARTA - Istilah ground clearance pasti sudah tidak asing bagi penggemar otomotif. Namun, bagi yang awam atau baru akan membeli mobil, maka istilah ini terdengar cukup asing.

Sebagai salah satu pertimbangan penting saat membeli kendaraan, spesifikasi dari mobil ini krusial untuk diperhatikan, terlebih jika butuh mobil untuk dipakai di daerah rawan banjir, jalan berlubang, bergelombang, dan penuh polisi tidur.

Melansir dari laman resmi Blog Auto2000, Senin (28/6/2021), ground clearance merupakan jarak antara tanah atau permukaan aspal dengan titik terendah mobil.

Titik terendah yang dimaksud bukanlah body atau footstep (pijakan kaki), namun kolong mobil. Konsumen harus memerhatikan jarak kolong mobil dengan tanah karena hal tersebut berpengaruh terhadap performa.

Ilustrasi ground clearance

Baca juga:

Kenali Penyebab Mobil Diesel Keluar Asap, Ini 4 Cara Jitu Merawatnya

Ferdinand Porsche, Pencipta Mobil Legendaris Porsche 911

Jika jaraknya terlalu tipis, maka bagian kolong mobil akan membentur polisi tidur atau tanjakan. Bisa juga mobil berisiko kemasukan banjir jika ground clearance-nya rendah.

Sebuah mobil harus memiliki jarak cukup antara kolong dengan permukaan jalan. Pertama adalah untuk menghindari benturan antara bagian kolong dengan aspal jalan.

Mobil ceper atau yang sudah dimodifikasi biasanya punya ground clearance rendah, sehingga cukup berbahaya saat melewati polisi tidur. Selain itu, juga tidak akan mampu melintasi jalanan berbatu atau jika dipaksakan bisa merusak komponen lain.

Kedua, jarak pas antara kolong dengan permukaan jalan akan menghindari masuknya air banjir ke dalam mobil atau bagian knalpot. Bayangkan jika mobil terlalu rendah, maka air akan mudah masuk dan merusak kendaraan.

Ketiga, ground clearance berhubungan dengan sistem suspensi di mana jika jarak antara kolong dengan tanah terlalu mepet, maka mobil akan limbung.

Meski begitu, jarak yang cukup tinggi juga belum tentu lebih baik. Jarak antara kolong mobil dengan tanah yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah itu tidak baik. Jarak yang tepat adalah menyesuaikan dengan jenis mobil.

Contohnya adalah ground clearance setinggi 150 mm yang disematkan pada tipe kendaraan SUV dan offroad. Hal ini memungkinkan kedua jenis kendaraan tersebut dibawa di medan berat.

Ilustrasi ground clearance 

Sedangkan pada sedan, jarak antara kolong dengan aspal tidak terlalu jauh, yakni 120 mm karena tipe kendaraan ini lebih banyak dipakai di jalanan mulus perkotaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini