Rakit Mobil Listrik Baru, Nissan Bangun Pabrik Raksasa di Inggris

Antara, Jurnalis · Jum'at 02 Juli 2021 09:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 52 2434281 rakit-mobil-listrik-baru-nissan-bangun-pabrik-raksasa-di-inggris-OFkMmqxzBI.JPG Mobil listrik Nissan (Foto: Reuters/Gary Cameron)

UPAYA Nissan dalam mengembangkan kendaraan berbasis tenaga listrik sepertinya tidak main-main. Ya, Nissan berencana merancang kendaraan masa depan dengan total investasi mencapai 1,4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp204 triliun di pabrik Sunderland, Inggris.

Ambisi itu akan diwujudkan bersama dengan fasilitas manufaktur baterai baru Envision AESC. Nissan kian menegaskan posisinya untuk mengikuti jejak rekan mereka, Renault, yang merupakan sesama anggota Aliansi Nissan yang mengumumkan rencana untuk mobil listrik di masa mendatang.

Melansir dari laman resminya, Jumat (2/7/2021), rencana EV36Zero datang pada peringatan 35 tahun pabrik Sunderland Nissan, yang bertujuan menciptakan "ekosistem manufaktur EV pertama di dunia" guna membantu perusahaan Jepang bergerak menuju netralitas karbon.

Presiden dan Chief Executive Officer Nissan, Makoto Uchida berujar bahwa proyek ini hadir sebagai bagian dari upaya perintis Nissan untuk mencapai netralitas karbon di seluruh siklus hidup produk kami.

Baca juga: Nissan Sebut Performa SUV Listriknya Bisa Kalahkan Sports Car

"Pendekatan komprehensif kami tidak hanya mencakup pengembangan dan produksi EV, tetapi juga penggunaan baterai on-board sebagai penyimpanan energi dan penggunaannya kembali untuk tujuan sekunder," terang Uchida.

Uchida melanjutkan, keputusan diambil melalui diskusi panjang oleh tim dan diharapkan mempercepat upaya mereka di Eropa untuk mencapai netralitas karbon.

"Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh melalui proyek yang diumumkan hari ini akan dibagikan secara global, meningkatkan daya saing global Nissan. Nissan akan terus memanfaatkan kekuatannya di bidang elektrifikasi untuk menjadi perusahaan yang terus memberikan nilai bagi pelanggan dan masyarakatnya," paparnya.

Investasi awal yang mencapai 1,4 miliar dolar AS, itu akan menciptakan setidaknya 6.200 pekerjaan baru di Inggris, termasuk lebih dari 900 di Nissan dan 750 di Envision AESC.

Envision AESC, yang telah mengoperasikan pabrik baterai pertama di Eropa dan tepatnya di Sunderland sejak 2012 yang memproduksi baterai untuk Nissan LEAF dan eNV200, akan membangun pabrik baru di International Advanced Manufacturing Park (IAMP) setelah investasi sebesar 621 juta dolar AS.

Pabrik ini tidak lagi bergantung pada pabrik mereka yang berada di Douai, Prancis, dan akan memasok baterai hingga 100.000 Nissan EV per tahun. Dalam hal ini, pabrik akan memiliki kapasitas awal 9GWh dan nantinya akan dapat mencapai 25GWh pada tahun 2030 berkat investasi masa depan sebesar 2,5 miliar dolar AS.

Kapasitas potensial untuk masa depan yang lebih jauh adalah 35GWh, yang akan menyamai gigafactory Tesla di Nevada. Perusahaan China berencana untuk memproduksi teknologi sel baterai Gen5 yang memberikan peningkatan kepadatan energi sebesar 30 persen sehingga menawarkan jangkauan yang lebih luas.

Baca juga: Penjualan Nissan Leaf Telah Tembus 450.000 Unit

Crossover listrik baru

Tak hanya mengumumkan pembangunan pabrik baru, Nissan juga sekaligus menggoda masyarakat dengan menghadirkan kendaraan crossover listrik untuk didistribusikan secara global yang dibangun di Inggris.

Terlihat dari teaser resminya, Nissan menghadirkan crossover yang belum disebutkan namanya ini memiliki garis atap bergaya coupe, roda berdiameter besar, dan menggabungkan gaya generasi baru Nissan dengan lampu LED futuristik.

Kendaraan listrik dari Nissan ini kemungkinan akan menggunakan platform CMF-EV yang juga menopang Nissan Ariya dan Renault MĂ©ganE yang akan datang.

Nissan, juga menjalin kerja sama dengan Dewan Kota Sunderland untuk membangun Microgrid yang menghemat 55.000 karbon per tahun, berkat pembangkit listrik tenaga surya dan fasilitas penyimpanan baterai 1 MW yang terbuat dari baterai bekas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini