Pembalap Fitra Eri Kisahkan Pengalaman Melawan Ganasnya Covid-19

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Minggu 04 Juli 2021 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 04 52 2435279 pembalap-fitra-eri-kisahkan-pengalaman-melawan-ganasnya-covid-19-uEVoPdcrIn.JPG Pembala[ sekaligus YouTuber, Fitra Eri (Foto: Instagram/@fitra.eri)

COVID-19 terus merajalela dan menyasar setiap orang tanpa mengenal status dan pekerjaan Tak hanya di kalangan selebriti, seorang pembalap yang juga YouTuber ternama, Fitra Eri Purwotomo mengungkap pengalamannya saat melakukan isolasi di rumah sakit imbas tertular virus corona.

Pada video berjudul 'Setelah Seminggu di Rumah Sakit' yang diunggah di channel YouTube-nya, Fitra Eri mengaku harus dirawat selama sepekan. Awalnya, ia mengaku merasakan sakit di tenggorokan pada 14 Juni silam pasca-isolasi mandiri.

"Tanggal 14 Juni, itu abis isom (isolasi mandiri) sebelumnya juga ke Semarang. Saya ngerasa tenggorokan saya enggak enak. Ya udah, terus saya punya kebiasaan kalau badan saya enggak enak itu saya langsung swab antigen. Ternyata bener, ada positif dikit, diulang lagi tetap positif, abis itu PCR ternyata positif," kata Fitra mengawali ceritanya.

Memang gejala tersebut diakuinya tergolong ringan meski terkadang ada batuk. Ia lantas langsung mengabarkan sang istri. Tanpa pikir panjang, sang istri langsung mengevakuasi anggota keluarga ke apartemen agar terhindar kontak dengan suami.

Baca juga: Vlogger Fitra Eri Bagikan Tips Mudik Lebaran Jalur Darat Aman Sampai Tujuan

Fitra Eri dan Istri

(Foto: Instagram/fitra.eri)

Ia juga langsung melakukan swab test. Hasilnya, sang istri pun dinyatakan positif terpapar Covid-19. Ironisnya, seluruh anggota keluarganya juga dinyatakan terinfeksi.

"Ternyata baru masuk lagi hasil PCR semuanya, satu keluarga kena semuanya, anak saya, ayah saya kena juga. Ya udah akhirnya ktia isolasi mandiri," sambung Fitra yang juga jurnalis otomotif itu.

Di antara gejala yang dirasakan menurut Fitra, ialah demam yang tidak kunjung turun. Ia pun terpaksa meminum obat parasetamol. Tak sampai di situ, Fitra juga mengungkap bahwa selama dirinya mengikuti Program Isolasi Mandiri dari satu rumah sakit ternyata biayanya cukup mahal.

“Saya ikut program isolasi mandiri dari satu rumah sakit biayanya mahal juga itu satu orang bisa mengeluarkan biaya Rp28 juta,” bebernya.

Selain demam tinggi, Fitra mengaku tidak bisa makan dan bahkan indra penciumannya menghilang. Setelah 5 hari isolasi mandiri dokter yang menanganinya, melihat saturasinya rendah, lemas dan panas pun tidak kunjung turun, seingga dokter menyarankannya ke rumah sakit.

"Ada yang bertanya kok bapak cepet banget dapat rumah sakit, kebetulan program isolasi mandiri saya, selain untuk mengawasi kalau keadaan jadi gawat itu mereka menyediakan ruangan makanya program ini cukup mahal juga karena ada jaminan untuk mendapatkan ruangan" ujarnya.

Dirinya bersyukur mendapat ruangan di rumah sakit untuk menjalani perawatan, meski waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan ruangan cukup agak lama.

Alhamdulilah pada saat butuh saya dapet ruangan walaupun itu juga proses nyarinya dari rumah sakit juga sekitar 6 jam akhirnya saya dijemput oleh ambulan dan dibawa ke rumah sakit, sampai di rumah sakit itu semuanya langsung ditanganin,” katanya.

Tak lupa Fitra Eri juga meminta doa agar bisa melalui ujian tersebut. Dirinya pun berterima kasih kepada seluruh teman dan kolega yang telah mendukungnya selama ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini