Ternyata Ini Lho Perbedaan Mobil Listrik dan Hybrid

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Rabu 07 Juli 2021 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 52 2436534 ternyata-ini-lho-perbedaan-mobil-listrik-dan-hybrid-3pGMc8kDN3.jpg Ilustrasi mobil listrik (Shutterstock)

PASAR mobil Tanah Air sudah diramaikan dengan kehadira mobil bertenaga listrik dan hybrid. Namun, tak sedikit yang masih mengira bahwa keduanya merupakan jenis mobil yang sama, padahal berbeda.

Tujuan utama pembuatan kedua jenis kendaraan tersebut di industri otomotif memang mirip, yaitu untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak sebagai sumber tenaga.

Baca juga:  Ada 5 Hypercar Listrik di Dunia Saat Ini, Mana Kesukaanmu?

Meski tujuannya serupa menganut prinsip ramah lingkungan, tetapi mobil listrik dan mobil hybrid adalah jenis yang berbeda.

Melansir dari laman Auto2000, Rabu (7/7/2021), berikut perbedaan mobil listrik dan hybrid.

Mobil listrik

Ide pembuatan mobil listrik sudah muncul sejak abad ke-19. Namun realisasi ide ini hingga menjadi produk yang dapat digunakan oleh masyarakat luas memang memakan waktu sangat lama.

 Ilustrasi

Mobil listrik Audi (Audi)

Bahkan hingga saat ini, mobil listrik belum dapat dinikmati oleh seluruh kalangan. Tidak hanya soal perihal harga saja, tetapi juga infrastruktur untuk mengisi daya dari mobil listrik ini.

Mobil listrik menjadi populer karena diklaim bebas emisi gas buang. Sebab, mobil ini tidak menggunakan bahan bakar minyak sebagai sumber tenaga.

Sebagai pengganti bahan bakar minyak, mobil listrik menggunakan tenaga listrik untuk sumber tenaga utama dan baterai sebagai sumber tenaga cadangan.

Baca juga:  Toyota Bakal Produksi Mobil Hybrid di Indonesia

Perlu diingat, semakin tinggi kecepatan mobil, maka semakin tinggi pula konsumsi sumber tenaganya. Mobil akan lebih cepat kehabisan daya jika dipacu dalam kecepatan tinggi terus-menerus.

Mobil hybrid

Untuk memahami perbedaan mobil listrik dan hybrid, ketahui pula seluk-beluk mobil hybrid secara mendalam. Gagasan untuk merancang mobil hybrid pun sudah ada sejak lama.

 Ilustrasi

Mobil hybrid (Shutterstock)

Pada 1902, mobil hybrid pertama resmi ditemukan. Namun, mobil hybrid baru diproduksi massal pada 1997. Sama seperti mobil listrik, hybrid pun kembali populer belakangan ini.

Jika mobil listrik mengandalkan sumber tenaga eksternal atau listrik, maka sumber tenaga hybrid justru berasal dari dalam mesin. Hybrid mendapatkan sumber tenaga dari proses pengolahan sisa putaran bahan bakar mobil ditambah dengan energi dari motor listrik.

Meski masih memanfaatkan proses pembakaran di dalam mesin sebagai sumber tenaga penggerak, hybrid diklaim mampu mengurangi polusi udara.

Mobil plug-in hybrid

Pengembangan hybrid menghasilkan inovasi baru bernama plug-in hybrid. Mobil jenis ini mampu menyalurkan energi yang dihasilkan motor listrik, tanpa harus menunggu proses pengolahan sisa putaran bahan bakar mobil. Jadi, kapasitas baterai yang ada pada plug-in hybrid pun otomatis lebih besar.

Plug-in hybrid dibagi menjadi dua jenis, yaitu plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dan extended range electric vehicle (EREV).

PHEV mengombinasikan motor listrik dan bahan bakar sebagai sumber tenaga. Pengendara bisa memilih mana sumber tenaga yang ingin digunakan saat mengendarai mobil.

Sementara itu, EREV mengandalkan motor listrik sebagai sumber tenaga utama mobil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini