Bisnis Sewa Mobil Bergairah di Masa Pandemi COVID-19

Agregasi VOA, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 52 2441750 bisnis-sewa-mobil-bergairah-di-masa-pandemi-covid-19-JQzJCtk4H5.jpg Ilustrasi mobil (Foto businesstoday.in)

PANDEMI COVID-19 telah menyebabkan perubahan besar dalam cara manusia bergerak. Dengan social distancing menjadi bagian dari norma baru, orang mulai memprioritaskan mobilitas pribadi. Perubahan ini memberi angin segar bagi industri sewa mobil.

Sebuah perusahaan persewaan mobil yang didirikan dua warga asal Amerika Serikat di India, termasuk yang menikmatinya.

Zoomcar, demikian nama perusahaan itu. Bermarkas di Bengaluru, sebuah pusat IT di India, perusahaan itu dirintis dua orang keturunan AS, David Back dan Greg Moran.

Baca juga: Hindari Kejahatan, Begini Cara Pilih Rental Mobil Aman

Setelah drop out dari sekolah bisnis, mereka merintis bisnis ini dengan hanya tujuh mobil dalam armadanya. Kini, mereka menargetkan hampir 20 juta pemesanan sewa mobil pada tahun 2022.

Dalam perbincangan dengan majalah Fortune India, Greg Moran, salah satu pendiri Zoomcar yang juga merupakan CEO perusahaan itu, menceritakan, dalam resesi yang sedang berlangsung saat ini, permintaan untuk sewa mobil mengalami lonjakan eksponensial.

Ilustrasi

Polusi di New Delhi, India (AFP)

“Beberapa bulan terakhir menunjukkan peningkatan yang luar biasa. Sewa mobil terbukti menjadi pilihan yang lebih baik daripada naik kendaraan umum, dan juga sebagai cara yang lebih terjangkau dan lebih cepat untuk mendapatkan mobil. Sewa mobil memberikan mobilitas pribadi yang aman, ” katanya.

Menurut Moran, Zoomcar yang operasinya sempat ditutup selama dua bulan selama lockdown nasional, mengalami peningkatan permintaan hingga 400 persen pada awalnya setelah kebijakan pembatasan mobilitas mulai dilonggarkan Juni lalu.

Ia memperkirakan, permintaan itu akan sedikit menyusut pada bulan-bulan mendatang menjadi 200 hingga 300 persen

“Setiap industri perlu menyesuaikan diri dengan norma baru. Industri sewa mobil, untuk itu, sangat siap dan siap melayani pelanggannya. COVID-19 memang telah mengubah dinamika perekonomian kita. Apa yang dulu menjadi norma hingga tahun lalu mungkin menjadi usang dalam beberapa pekan mendatang, ” kata Moran.

Baca juga: 5 Bagian Mobil yang Rentan Terpapar COVID-19, Bersihkan Secara Rutin!

Menurut data Zoomcar, orang-orang India kini mulai mencari opsi memiliki mobil dalam jangka pendek ketimbang jangka panjang. Zoomcar juga mencatat lonjakan permintaan sewa mobil untuk kebutuhan kerja dan kasus-kasus darurat.

Tantangan bagi Zoomcar kali ini adalah memikirkan kembali model bisnis dan mencari sesuatu yang memberikan aliran pendapatan yang stabil untuk mengurangi risiko bisnis di bawah kendala COVID-19.

“Pembicaraan kami sekarang adalah memahami bagaimana perilaku konsumen kelak pasca-COVID dan bagaimana mengelola biaya sewaktu bisnis terpaksa berhenti untuk sementara waktu,” katanya.

Salah satu solusi yang diambil Zoomcar adalah menawarkan layanan berlangganan mobil yang disebut Zap. Istilah langganan itu digunakan untuk membedakan dengan istilah sewa mobil dalam jangka pendek.

Sewa mobil, misalnya, biasanya untuk menyewa selama akhir pekan, atau satu minggu pada satu waktu, sementara langganan mobil untuk periode waktu yang lebih lama daripada itu.

“Kami memiliki beberapa opsi untuk berlangganan, tetapi kami melihat pergeseran permintaan saat ini menuju paket sewa satu, tiga, dan enam bulan saja. Kami mengantisipasi adanya peningkatan signifikan dalam langganan mobil pasca-COVID-19, karena konsumen berupaya menghindari transportasi umum tanpa beban kepemilikan mobil. Langganan mobil akan terus berkembang dan tumbuh menjadi opsi yang lebih fleksibel dan dengan durasi sewa yang lebih lama yang berakhir dalam 12, 24, atau 36 bulan, ” kata Moran.

Zoomcar sekarang memiliki layanan berlangganan fleksibel yang berkisar antara 1 hingga 36 bulan. Moran mengatakan bahwa dengan periode berlangganan yang lebih pendek dan biaya akuisisi keseluruhan yang terjangkau, sewa mobil menjadi pilihan lebih layak secara finansial daripada benar-benar memiliki mobil.

Ilustrasi

Yang menarik, 90 persen pelanggan Zap adalah 'non-intender', atau mereka yang biasanya tidak datang dengan niat untuk berlangganan. Tapi, karena tanpa uang muka, tanpa kredit mobil, tanpa biaya perawatan, dan tanpa biaya asuransi, langganan mobil menjadi opsi yang sulit dilewatkan.

Bloomberg memberitakan, Zoomcar, yang mendominasi pasar sewa mobil di India, berencana untuk berekspansi ke Asia Tenggara dan Timur Tengah tahun ini.

Negara-negara seperti Indonesia, Filipina, Vietnam, Mesir, dan Arab Saudi memiliki tingkat kepemilikan kendaraan yang sangat rendah tetapi populasi yang besar dan mobilitas yang tinggi. “Negara-negara itu menjadi pasar yang menjanjikan bagi kami,” kata Moran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini