9 Produsen Mobil yang Bangkrut di Indonesia karena Gagal Bersaing

Bertold Ananda, Jurnalis · Senin 19 Juli 2021 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 52 2442891 9-produsen-mobil-yang-bangkrut-di-indonesia-karena-gagal-bersaing-FIY2rtXWga.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

PERTUMBUHAN industri otomotif di Indonesia berkembang sangat pesat, sehingga banyak produsen atau brand atau merek mobil yang berlomba memasarkan produk unggulanya.

Di tengah persaingan yang ketat, ada beberapa produsen tak kuat melawan kompetitor, sehingg terpaksa harus “gulung lapak”.

Berikut deretan mobil gagal bersaing dan hengkang dari Indonesia.

1. PT Timor Putra Nasional

Pada tahun 1996 Alm Presiden Soeharto menerbitkan Inpres Nomor 2 Tahun 1996, menunjuk PT Timor Putra Nasional sebagai pemegang dan pembuat proyek mobil nasional di Indonesia. Hingga pada 8 Juli 1996 perusahaan yang dipegang oleh Tommy Soeharto ini meresmikan mobil ini secara massal.

Baca juga: Begini Penampakan Mobil Tertua di Dunia

Sedan ini pada zamannya sangat laris manis, harganya hanya RP 35 juta. Namun belakangan sedan nasional ini ketahuan membranding ulang mobil buatan korea selatan yaitu KIA Sephia.

Ilustrasi

Sedan Timor (mobilbekas.com)

Mobil ini di nyatakan bangkrut pada tahun 1997 yang menyebabkan PHK massal sebanyak 920 karyawanya, disusul dengan lengsernya Alm Presiden Soeharto pada saat itu.

2. PT Proton Edar Indonesia

Produsen asal Malaysia juga turun bergabung dan bersaing memasarkan produk mobil di pasar Indonesia pada tahun 2007. Produk unggulan yang dipasarkan meliputi Proton Savvy, Proton Saga, Proton pesona, Proton Exora dan Proton Iriz.

Namun perusahaan asal negeri Jiran ini tidak kuat bersaing lama di pasaran mobil Indonesia. Bahkan pada tahun 2017 saja ia mencatatkan penjualan hanya sebanyak 22 unit saja.

Ilustrasi

Sentimen warga Indonesia terhadap Brand asal Malaysia ini menjadi penyebab angka penjualannya merosot dan di nyatakan hengkang dari pasar otomotif Indonesia.

3. PT GM Buana Indonesia (General Motor)

PT. General Motor Buana Indonesia (GM) memproduksi mobil pertama kali di Indonesia pada tahun 1994 di Bekasi, Jawa Barat. Pada tahun itu General Motors memulai prakitan mobil asal Jerman yaitu Opel Blazer.

Hingga berselang 2 tahun produsen ini merakit Opel Blazer versi stir kanan yang di jual dengan harga Rp 72 juta lebih murah dari harga pesaingnya yaitu Nissan Terrano yang dibandrol dengan harga Rp 80 juta.

Namun hal itu berubah pada saat terjadi krisis moneter pada tahun 1997, kurs rupiah yang anjlok membuat penjualan serta pabrikan Opel Blazer berenti produksi.

4. PT. Unicor Prima Motor (Chery)

Perusahaan yang berkoaborasi dengan Indomobil ini memproduksi mobil pertamanya pada tahun 2006 yaitu Chery. Terdapat 2 produk yang dipasarkan di Indonesia yaitu Chery QQ dan Chery Tigo.

Baca juga: Terpuruknya Perkembangan Industri Otomotif di Masa Pandemi

Ternyata produsen ini tidak bertahan lama singgah di pasar otomotif nasional Indonesia. Pada tahun 2009-2010 penjualannya tidak tembus 1000 unit di Indonesia. Mobil asal China ini tidak laku di pasar tanah air disebabkan kualitas produk yang buruk.

Sempat hadir kembali pada tahun 2012 dengan ubahan nama PT Chery mobil Indonesia dengan memasarkan 3 varian mobilnya, di antaranya Chery Tiggo, Chery Ester, Chery Transcap Pick up. Namun produsen tersebut hanya bisa bertahan dalam kurun waktu 1 tahun dan di nyatakan bangkrut pada tahun 2013.

5. PT. Gelly Mobil Indonesia

Perusahaan asal China tersebut juga meramaikan pasar mobil Indonesia pada tahun 2010. Naas nya merek mobil ini harus merasakan hal yang sama pada produsen mobil Chery. Tercatat penjualan tahun 2011-2012 terbilang laris dipasaran dengan total unit 2254 unit.

Memasuki tahun ke tiga penjualan merosot hanya laku terjual di bawah 500 unit saja. Kualitas produk yang buruk membuat industri asal China ini juga kalah bersaing di Indonesia.

6. PT. Motor Image Indonesia (SUBARU)

Industri ini hengkang dari pasar otomotif tanah air dikarenakan oleh kasus pemalsuan pajak yang terjadi pada tahun 2013 lalu. Sejak tahun 2015 PT Motor Image Indonesia merumahkan karyawanya dan menutup dealernya karna tidak mengantongi izin usaha di Indonesia.

Ilustrasi

7. PT. Ford Motor Indonesia

Produsen otomotif asal Amerika ini juga menelan pil pahit pada penjualan mobil di pasar tanah air. DI tahun 2016 PT Ford Motor Indonesia menutup dealer sebanyak 44 di seluruh Indonesia. Hal itu disebabkan karena PT Ford sulit mencatat laba penjualan dan sulit berkompetisi di tanah air.

8. PT Nissan Motor Indonesia (INFINITY)

Brand asal Jepang juga menyerah dalam persaingan pasar otomotif tanah air. Namun bukan Nissan yang tidak laku di Indonesia. Namun pada brand mewahnya yaitu Infinity yang berenti memasarkan produknya pada tahun 2017. Brand mewah Nissan ini kalah bersaing dengan Lexus, BMW , Audi dan Mercedes Benz.

9. PT Nissan Motor Indonesia (Datsun)

Tidak hanya pasar mobil mewah Infinity saja yang hengkang dari Indonesia. Namun produk terbaru dari Nissan Motor yaitu Datsun juga menyerah dan berenti memasarkan produk mereka pada Januari 2020 tahun lalu. Naiknya mobil LCGC dan kondisi ekonomi yang naik turun penyebab utamanya varian Datsun pamit dari pasar otomotif Tanah Air.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini