4 Penyebab Radiator Bocor dan Memicu Mesin Overheat

Bertold Ananda, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 07:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 87 2444110 4-penyebab-radiator-mobil-bocor-dan-memicu-mesin-overheat-EU5yIaz121.JPG Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

RADIATOR merupakan komponen penting pada kendaraan. Sebab, komponen tersebut berfungsi untuk mendinginkan suhu dan sirkulasi mesin. Namun sangat disayangkan komponen mobil ini jarang diperhatikan oleh kalangan pengguna kendaraan.

Hal itu disebabkan oleh selain posisinya di dalam kap depan, radiator umumnya juga jarang rusak dan terjadi malfungsi. Sehingga bagi sebagian orang sering lupa untuk mengecek dan merawat komponen tersebut.

Seharusnya Anda sebagai pemilik kendaran harus tau kondisi radiator Anda, Karena jika radiator rusak maka mesin bisa terjadi overheat yang berimbas pada turun mesin. Jika seperti maka biaya perbaikan akan cukup mengurasi banyak uang.

Melansir dari laman gnewscar, berikut di antara faktor penyebab kebocoran air radiator sehingga menyebabkan mesin overheat.

Faktor usia

Radiator juga bisa mengalami kerusakan akibat umur masa pakai komponen tersebut. Umumnya radiator memiliki umur yang cukup panjang. Jika mendapat perawatan dengan baik maka usia radiator bisa mencapai 10 tahun. Jika umur radiator Anda sudah mencapai batas umur tersebut sebaiknya segera ganti radiator untuk menjaga kenyamanan saat berkendara.

Baca juga: Risiko Gunakan Water Coolant jika Radiator Kotor

Saluran tersumbat

Hal ini biasa terjadi ketika Anda menggunakan air bisa untuk mengisi air radiator. Hal itu disebabkan karena air mengandung mineral yang seiring berjalannya waktu akan timbul kotoran yang dapat menyumbat jalur distribusi air radiator. Jika distribusi air terhambat, panas dari mesin tidak tersalurkan secara optimal pada sistem radiator. Maka yang terjadi mobil menjadi overheat ketika digunakan.

Ada baiknya Anda gunakan cairan khusus yaitu coolant radiator yang mengandung anti karat dan juga senyawa untuk menjaga suhu radiator tetap terjaga. Jangan lupa juga untuk selalu periksa kondisi radiator setiap 30.000 km atau 40.000 km, agar radiator tetap dalam kondisi prima.

Kisi radiator terbentur

Agar radiator bisa menyaring udara segar maka komponen ini diposisikan di depan mesin, dengan kisi-kisi sebagai saluran udara. Namun, hal ini juga bisa menjadi petaka jika kisi-kisi radiator terkena kerikil dan bebatuan keras yang dapat menyebabkan kisi-kisi atau dinding radiator rusak dan akhirnya muncul kebocoran.

Komponen pendukung mulai getas

Posisi radiator yang berdekatan dengan panas mesin membuat komponen pendukung lainnya berisiko terkena dampak, seperti selang radiator dan tabung reservoir yang terbuat dari plastik. Komponen tersebut bisa berisiko rusak karena terbuat dari bahan plastik.

Jika komponen tersebut terkena panas terus menerus, maka dapat memicu getas dan keretakan yang pada akhirnya menyebabkan kebocoran pada sistem radiator. Oleh karenanya, jangan hanya fokus pada radiator, perhatikan piranti pendukung komponen yang terdapat pada radiator itu sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini