Wajib Tahu, Ini 3 Efek Buruk jika Ban Mobil Sering Disemir

Bertold Ananda, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 87 2444312 wajib-tahu-ini-3-efek-buruk-jika-ban-mobil-sering-disemir-hx40pLBUOW.JPG Ilustrasi (Foto: Tyremarket)

SAAT Anda mencuci mobil di carwash dekat rumah, pasti Anda melihat bahwa terdapat paket cuci mobil yang diberikan oleh usaha cuci mobil tersebut. Paket itu berupa cuci, vakum plus semir ban.

Sebenarnya itu merupakan paket menarik melihat penampilan luar atau bodi kendaraan juga perlu diperhatikan berikut juga penggunaan semir ban menjadi pilihan untuk memoles komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan ini untuk mendapatkan hasil bersih dan berkilau secara keseluruhan.

Namun, semir ban ternyata memiliki efek buruk jika terlalu sering menggunakannya. Berikut sejumlah dampak negatif yang ditimbulkan jika Anda terlalu sering menggunakan poles ban mobil.

Jadi lebih tipis

Semir ban yang terdapat di pasaran rata-rata menggunakan bahan jenis silikon. Silikon ini ternyata sangat berpengaruh pada ban. Selain untuk memoles namun juga bisa melapisi permukaan ban secara tipis.

Meski penggunaan semir ban disarankan hanya pada dinding ban saja, namun tidak menutup kemungkinan bahwa semir bisa mengalir hingga ke tapak. Jika hal ini terjadi maka bisa menyebabkan ban akan kehilangan traksi terbaiknya, sehingga membuatnya lebih licin, terutama saat melewati genangan air yang basah..

Baca juga: Cara Ampuh Merawat Cat Mobil Hitam agar Selalu Terlihat Mengkilap

Terlihat kusam

Penggunaan pertama pada saat mencuci mobil pastinya membuat ban mobil Anda bersih seperti ban baru. Namun menyemir ban terlalu malah sering justru akan membuat ban semakin kusam. Hal ini dikarenakan terdapat lapisan yang sudah terkikis oleh bahan kimia.

Apalagi jika menggunakan semir ban secara tidak merata, ban mungkin juga mengalami perubahan warna. Secara otomatis, pemilik kendaraan termasuk Anda akan memoles kembali ban agar tetap mengkilap . Jika ingin memoles ban sebaiknya lakukan sesekali saja dan jangan berlebihan pada tapak.

Mudah retak

Hal ini bisa terjadi karena penggunaan yang terlalu sering akibatnya mengikis lapisan kompon pada ban. Jika lapisan ini hilang, karet ban menjadi mudah rusak dan getas sehingga terjadi keretakan.

Semakin parah retakan akan menyebabkan tekanan ban semakin sering berkurang yang akan mengakibatkan bocor alus. Bahkan bisa mengakibatkan ban mobil pecah jika melalukan akselerasi dengan kecepatan tinggi yang akan mengakibatkan kecelakaan fatal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini