Digugat Tetangga Gegara Pakai Knalpot Racing, Pria Ini Didenda Rp217 Juta

Bertold Ananda, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 312 2450076 digugat-tetangga-gegara-pakai-knalpot-racing-pria-ini-didenda-rp217-juta-AxcXlarBuc.jpg Ilustrasi knalpot racing (Okezone)

SEORANG pemilik kendaraan bernama Billy Hillman harus membayar denda sebesar USD15.000 atau sekira Rp217 juta, usai digugat oleh dua orang tetangganya karena menggunakan knalpot racing.

Tetangganya menggugat Hillman ke hakim karena merasa terganggu dengan ulahnya. Pria itu sering mengemudikan mobil secara sembrono dengan menggeber-geberkan gas dalam kompleks perumahan di Carlsbad, California, Amerika Serikat.

Baca juga: Air Keluar dari Knalpot Mobil, Ini 4 Penyebabnya!

Melansir dari The Drive, Selasa (3/8/2021), Hillman memiliki tiga mobil BMW yang sudah modifikasi termasuk mobil 328 i convertible dengan gaya static. Knalpot standar pada mobil diganti dengan racing. Tentu saja suara mobil makin bising.

Ulah Hillman bikin kesal tetangganya, apalagi ia sering mengemudi dengan sembrono dengan menggeber-geberkan gas.

Kedua tetangganya datang bersamaan ke hakim untuk mengadukan Hillman. Penggugat menuntut 10.000 dollar AS karena suara dari knalpot Billy Hillman sangat berisik dan ia mengemudikan mobil dengan sembarangan.

Baca juga: Jangan Coba-Coba Gunakan Knalpot Racing di Negara Ini

Gugatan tersebut dikabulkan hakim. Hillman diminta bayar ganti rugi 15.00 dollar AS.

Sebagaimana diketahui, menggunakan knalpot racing memang tak dianjurkan dalam berkendaraa. Selain suaranya terlalu berisik sehingga mengganggu ketenangan masyarakat, knalpot racing juga tak ramah lingkungan karena polusi.

Indonesia juga melarang perbuatan demikian, sebagaimana diatur dalam pasal 285 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pada Pasal 285 ayat (1) berbunyi, setiap orang yang mengemudikan motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3), dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

Ilustrasi

Selain itu knalpot racing juga Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009.Di dalamnya disebutkan bahwa motor berkubikasi 80-175 cc, tingkat maksimal kebisingan 80 dB, dan untuk motor di atas 175 cc maksimal bising 83 dB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini