Subaru Recall 165.000 Mobilnya karena Pompa Bahan Bakar Berpotensi Rusak

Bertold Ananda, Jurnalis · Kamis 05 Agustus 2021 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 52 2451329 subaru-recall-165-000-mobilnya-karena-pompa-bahan-bakar-berpotensi-rusak-xBngualiNs.jpg Mobil Subaru (autoblog.com)

PRODUSEN otomotif asal Jepang, Subaru dan Administrasi Keselamatan Transportasi Jalan Raya Nasional (NHTSA) mengumumkan bahwa pada akhir Juli 2021 Subaru akan menarik kembali (recall) 165.000 lebih kendaraannya.

Hal ini disebabkan karena pompa bahan bakar yang berpotensi rusak dan akan menimbulkan bahaya dan dapat juga menyebabkan mesin mati mendadak. Pompa bahan bakar bertekanan rendah di dalam tangki tersebut digunakan secara luas dihampir seluruh varian jajaran Subaru.

Baca juga: Subaru Hanya Akan Produksi Mobil Listrik pada Pertengahan 2030

Dilansir dari Autoblog, Kamis (5/08/2021), Subaru pertama kali mencatat kerusakan tersebut pada 2020. Ternyata ditemukan komponen yang lemah yaitu pompa bahan bakar. Jika komponen ini yang rusak maka dapat menyebabkan mesin bekerja dengan buruk, bahkan dapat menyebabkan mobil mati mendadak.

Recall ini kembali tidak terbatas pada konfigurasi mesin tertentu, karena beberapa model turbocharged juga diikut sertakan.

Berikut daftar lengkap model Subaru (dan terkait) yang mungkin dibuat dengan pompa yang dimaksud :

1. Subaru Ascent Tahun 2019-2020

2. Subaru Forester Tahun 2018

3. Subaru Imprezza Tahun 2018-2020

4. Subaru Legacy Tahun 2018-2020

Baca juga: Harga Mobil Murah Subaru Dilelang dengan Harga Mulai Rp61 Juta

5. Subaru Outback Tahun 2018-2020

6. Subaru BRZ 2 Doors Tahun 2018-2019

7. Subaru WRX Tahun 2018-2019

8. Toyota 86 2 doors Tahun 2018-2019

Pada akhirnya pihak pabrikan menanggapi menarikan yang terjadi pada Administrasi Keselamatan Transportasi Jalan Raya Nasional (NHTSA)

"Kendaraan yang terkena dampak mungkin dilengkapi dengan pompa bahan bakar tekanan rendah yang diproduksi selama jangka waktu tertentu yang mungkin termasuk impeller yang telah diproduksi dengan kepadatan lebih rendah,"Ujar laporan terbaru dari pabrikan Subaru kepada NHTSA.

Ilustrasi

"Jika permukaan impeller dengan kerapatan lebih rendah terkena pengeringan pelarut untuk waktu yang lebih lama, itu dapat mengembangkan retakan halus. Retak ini dapat menyebabkan penyerapan bahan bakar yang berlebihan, mengakibatkan deformasi impeller. Seiring waktu, impeller dapat menjadi cukup cacat untuk mengganggu tubuh pompa bahan bakar, berpotensi menyebabkan pompa bahan bakar tekanan rendah menjadi tidak beroperasi." Pungkasnya

Pihak pabrikan secepatnya akan segera menghubungi pemilik mobil lengkap dengan instruksi untuk meminta menarikan (Recall) untuk melakukan perbaikan yang dikeluarkan di dealer lokal mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini