Kenali 4 Fungsi Utama Flywheel atau Roda Gila pada Mobil

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 07 Agustus 2021 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 07 87 2452253 kenali-4-fungsi-utama-flywheel-atau-roda-gila-pada-mobil-GIVLBue1dA.jpg Flywheel atau roda gila (Istimewa)

FLYWHEEL atau yang umum disebut roda gila merupakan salah satu komponen mobil yang berperan penting untuk melepaskan energi beban mekanik pada piston. Dengan begitu, flywheel bisa menyeimbangkan perputaran mesin.

Komponen yang berada di bagian mesin ini mungkin tak banyak diketahui oleh pemilik mobil, tapi peran komponen ini sangatlah penting di dalam sistem kerja mesin.

Melansir dari blog Auto2000, Sabtu (7/8/2021), flywheel terbuat dari bahan baja tuang dengan kualitas tinggi yang dibentuk seperti piringan.

Baca juga: 8 Mobil Paling Irit Bahan Bakar di Indonesia, yang Mana Kesukaanmu?

Bobotnya pun cukup berat. Untuk mobil penumpang, biasanya bobot roda gila sekitar 7,5-50 kg. Semakin berat, maka bisa dipastikan jenis mesin mobil tersebut lebih besar lagi.

Ilustrasi

Mesin mobil

Namun dalam perkembangan teknologi yang ada pada saat ini, sudah ada flywheel yang terbuat dari bahan serat karbon dan menggunakan bantalan magnet. Dengan begitu, maka bobotnya sudah pasti lebih ringan, namun tetap stabil.

Flywheel memiliki fungsi berbeda-beda yang membantu kinerja mobil lebih baik. Berikut 4 fungsi utamanya.

1. Menyimpan dan menyalurkan energi putar dari mesin

Fungsi flywheel yang pertama adalah menjadi bagian mobil untuk menyimpan dan menyalurkan energi putar dari mesin. Ketika mesin sudah mulai menyala dan menghasilkan tenaga putar sendiri, maka flywheel bisa menyimpannya serta menyalurkan kembali.

Proses ini juga dipengaruhi oleh poros engkol yang juga menjadi bagian dari penyaluran tenaga pada flywheel. Ada beberapa baut pengikat pada bagian dari ujung akhir poros engkol. Inilah yang menjadi bagian dari sistem kerja flywheel.

2. Membuat putaran mesin lebih seimbang

Putaran mesin memang harus seimbang agar hasilnya menjadi lebih selaras, rata, dan tentunya lembut. Dengan adanya flywheel, putaran mesin bisa lebih seimbang karena komponen itu menyediakan energi yang terus menerus di dalam sistem. Padahal sumber energi yang dihasilkan tidaklah berkelanjutan.

Baca juga: Kenali 3 Sistem Penggerak pada Mobil, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Melihat ke fungsi pertama, berkat kemampuan untuk menyimpan energi putar, maka flywheel yang dipasang pada bagian crankshaft mampu menyeimbangkan kinerja mesin. Jika ada putaran yang tidak merata, flywheel akan melepaskan energi kepada piston yang tidak menghasilkan daya.

Berputar pada kecepatan putaran yang tidak seimbang pada bagian mesin kendaraan bisa diredam dengan lebih baik serta disesuaikan secara otomatis oleh flywheel.

3. Untuk memasang kopling mobil

Flywheel juga berfungsi untuk memasang komponen kopling mobil khusus untuk transmisi manual saja. Untuk transmisi otomatis, flywheel mengikat komponen Torque Converter.

Salah satu komponen kopling bernama Clutch Cover biasanya dipasang menyatu dengan flywheel. Di bagian tengah antara flywheel dengan Clutch Cover, dipasangkan plat kopling yang terhubung dengan poros transmisi. Jadi saat plat kopling terjepit flywheel dan Clutch Cover, maka bisa memutar poros transmisi.

 Ilustrasi

Sebaliknya, jika tidak terjepit, maka tenaga putar mesin menjadi terputus sehingga poros transmisi terbebas dari hal tersebut.

4. Memutar mesin pertama kali saat starter

Fungsi flywheel yang keempat adalah untuk memutar mesin pertama kali saat distarter. Di bagian tepian flywheel, ada ring gear yang berkait dengan pinion gear starter.

Saat mulai distarter, maka akan memutar flywheel. Hasilnya, ada efek domino ke bagian lain di dalam mobil, seperti piston yang juga bekerja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini