Ingat! 10 Tanda Ban Mobil Harus Segera Diganti

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Rabu 01 September 2021 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 52 2464394 ingat-10-tanda-ban-mobil-harus-segera-diganti-sDxcS4Svaj.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

LAYAKNYA komponen lain, ban mobil juga memiliki usia pemakaian. Jika sudah tua, maka wajib segera diganti karena sangat penting demi keselamatan.

Bukan hanya sebagai penggerak mobil, ban juga berperan pada keselamatan, kenyamanan penumpang, keiritan konsumsi BBM, ketahanan komponen kaki-kaki mobil, dan lain sebagainya.

Dengan begitu, kondisi ban harus mendapat perhatian khusus dari pemilik mobil. Berikut ini 10 tanda ban mobil harus diganti, dilansir dari laman Auto2000 :

1. Umur ban sudah 3 tahun

Ban mobil terbuat dari bahan karet yang elastis. Kelenturan karet ban akan terus berubah seiring waktu, makin lama karet akan makin berkurang elastisitasnya, hingga akhirnya menjadi getas karena kehilangan kelenturan.

Baca juga:  Ban Mobil Punya Masa Kadaluarsa, Benarkah?

Karena banyaknya aktivitas kendaraan, sehingga umur ban mobil menjadi lebih singkat. Umur ban mobil yang ideal adalah 3 tahun. Jadi sebaiknya setelah usia pakai ban mencapai 3 tahun segera ganti ban mobil, walau kembangnya masih tebal karena mobil jarang digunakan.

 Ilustrasi

Jika lebih dari 3 tahun, hal yang paling terasa adalah ban tidak lagi memberikan kenyamanan. Karena sudah mengeras atau tidak lagi lentur.

2. Jarak tempuh sudah 40.000 km

Walau belum sampai 3 tahun usia pakai, ban juga sebaiknya diganti jika jarak tempuh sudah mencapai 40 ribu kilometer. Misalnya karena mobil sering menempuh perjalanan jauh sehingga dalam 2 tahun sudah mencapai 50 ribu km.

Meskipun kelenturan masih bagus, ban yang sudah menempuh jarak yang jauh akan mengalami keausan. Untuk pemakaian normal, pada umumnya mobil menempuh sekitar 15 – 20 ribu km per tahun, sehingga 40 ribu km tercapai dalam waktu sekitar 2 hingga 3 tahun.

3. Ketebalan tapak ban mencapai batas TWI

Setiap ban mobil diberi indikasi TWI (Tread Wear Indicator). Tanda tersebut merupakan batas keausan ban yang diizinkan untuk tetap di pakai, jika kembang ban sudah menyentuh segitiga TWI, ban sudah harus diganti.

Ada dua posisi indicator TWI pada ban, yaitu di bagian tepi ban dan di tengah telapak ban. Untuk yang di tepi akan terlihat segitiga kecil di area bawah kembang ban, sedangkan yang di tengah telapak ban berupa tonjolan yang tidak sampai setinggi kembang ban.

 

4. Ban gundul di tengah

Selain 3 kondisi sebelumnya yang bersifat standar umum dari pabrikan ban, beberapa kondisi lain akibat pemakaian atau kebiasaan pengemudi juga bisa menyebabkan ban harus segera diganti.

Baca juga: Bukan Hanya Bocor, Ini 4 Penyebab Ban Mobil Sering Kempes

Misalnya jika terjadi ban gundul di tengah saja, sedangkan di bagian tepi kembangnya masih bagus. Jika sudah terjadi demikian, sebaiknya ban harus diganti. Karena itu artinya ketebalan ban tidak lagi seragam

5. Ban gundul di bagian tepi atau sisi tertentu

 

Ada juga ban yang menipis pada bagian tertentu saja, misalnya hanya di tepi sisi luar, tepi sisi dalam atau bagian tertentu dari telapak ban.

6. Ada benjolan

Benjolan pada ban sering terjadi. Benjolan tersebut adalah pertanda ada anyaman benang atau kawat penguat konstruksi ban yang putus. Jika sudah terjadi benjolan, itu berarti ketahanan ban sudah tidak seragam.

Ban rawan mudah pecah karena ada beberapa bagian ban yang tidak lagi kuat menahan tekanan udara. Wajib berhati-hati apabila umur ban mobil yang dipakai memang sudah lebih dari 3 tahun. Segera gantikan dengan yang baru.

Benjolan pada ban bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, misalnya tekanan angin yang sering kurang dari standar semestinya sehingga beberapa bagian ban harus menanggung beban lebih berat dari bagian lain.

7. Ban retak-retak

Ban yang retak pada sisi samping kerap ditemui. Biasanya hal ini terjadi karena ban terlalu sering kontak dengan panas dalam waktu lama, sehingga ban tersebut menjadi rusak atau mudah rapuh sebelum umur semestinya.

8. Sudah sering ditambal

Ban bocor akibat terkena benda tajam sering terjadi dan sulit dihindari. Pada ban tubeless, biasanya cukup ditambal kemudian ban bisa berfungsi kembali seperti semula.

Namun jika sudah terlalu sering bocor dan ditambal, maka kekuatan ban akan berkurang. Sebaiknya ganti ban yang sudah banyak tambalan dengan ban baru.

 Ilustrasi

9. Lecet karena kena benda keras

Ada kalanya ban mobil kontak dengan benda keras seperti trotoar jalan atau saat masuk lubang di jalan yang rusak, hingga terjadi lecet-lecet cukup besar pada ban.

Memang ban masih bisa digunakan dan seperti tidak ada kendala, namun kondisi ban yang sudah tidak sempurna tersebut berpotensi menjadi masalah karena ketahanan setiap sisi ban tidak lagi seragam.

Misalnya jika harus kembali melewati jalan yang rusak, kondisi ban sudah tidak prima sehingga ada kemungkinan pecah.

10. Kembang ban terangkat (Heel toe Wear)

Heel Toe merupakan kondisi ban yang kembangnya seperti terangkat. Hal ini terjadi pada ban mobil yang sering melalui jalanan yang rusak, khususnya mobil yang dipacu pada kecepatan tinggi di jalan yang tidak rata, sehingga sering mengerem cukup keras di jalanan tersebut.

Hal ini juga bisa disebabkan karena bushing suspensi, bearing roda dan ball joint yang sudah aus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini