Nganggur Akibat Pandemi, Taksi-Taksi Ini Akhirnya Dipakai untuk Bertani

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 21 September 2021 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 86 2474658 nganggur-akibat-pandemi-taksi-taksi-ini-akhirnya-dipakai-untuk-bertani-NuDtPt4U7x.jpg Taksi-taksi ini dimanfaatkan untuk bertani di Bangkok, Thailand (EPA via BBC)

DI SEBUAH lahan parkir di ibu kota Thailand berbagai tanaman sayur tumbuh di atap sejumlah taksi.

Pengetatan aturan terkait pandemi COVID-19 menyebabkan Kota Bangkok yang biasanya ramai kendaraan mendadak sepi. Situasi ini membuat para pengemudi taksi kehilangan pekerjaan.

Baca juga: Mobil Porsche 928 Tom Cruise dalam Film 'Risky Business' Terjual Rp28 Miliar

Banyak pengemudi kemudian memutuskan untuk pulang ke kampung halaman masing-masing dan meninggalkan taksi mereka di lahan parkir. Jumlahnya sangat banyak dan berwarna-warni.

Sebuah perusahaan taksi melihat peluang dari pemandangan tersebut. Mereka menggunakan atap-atap kendaraan di lahan parkir sebagai lahan tanaman sayur, yang hasilnya diharapkan dapat memberi makan pengemudi taksi yang menganggur dan karyawan-karyawan lain.

 

Para pegawai Ratchaphruek Taxi Cooperative menciptakan taman mini dengan membentangkan kantong sampah hitam yang diikatkan pada bingkai bambu pada atas atap mobil. Bentangan tersebut lantas diisi dengan tanah.

Baca juga: Waspadalah! Pandemi COVID-19 Bikin Angka Pencurian Mobil Meningkat 11%

Mereka kemudia menanam beragam tanaman sayur, termasuk cabai, mentimun, dan labu.

Inisiatif ini diharapkan dapat membantu para pengemudi dan, kalau ada sayuran sisa, bisa dijual ke pasar setempat.

Para pengemudi taksi di Bangkok biasanya mengandalkan wisatawan namun pengetatan syarat masuk ke Thailand membuat pemasukan mereka nyaris nol.

"Ini adalah pilihan terakhir kami," kata Thapakorn Assawalertkun, salah satu pemilik perusahaan kepada kantor berita AFP.

Ilustrasi

Dia menambahkan, banyak pengemudi masih berutang setoran.

"Menanam sayur pada atap mobil tidak akan merusak taksi karena sebagian besar sudah rusak sangat parah dan tidak bisa diperbaiki. Mesinnya rusak, bannya kempes. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini