Share

Vanessa Angel Kecelakaan, Fitra Eri Bagikan Tips Berkendara di Tol

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Jum'at 05 November 2021 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 52 2497115 tanggapi-vanessa-angel-kecelakaan-fitra-eri-berikan-tips-hindari-kecelakaan-di-jalan-tol-zCQ0ieg8Im.jpg Mobil Vanessa Angel Kecelakaan (dok. Istimewa)

JAKARTA - YouTuber Fitra Eri sekaligus pembalap mobil menanggapi kabar Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah kecelakaan di Tol Jombang-Mojokerto (Jomo), Jawa Timur pada Kamis (4/11/2021).

Melalui vlog terbarunya dilansir Okezone, Fitra Eri mengucapkan duka cita.

Selain itu, terlepas dari kecelakaan tersebut, ia juga memberikan tips untuk menghindari kecelakaan di jalan tol.

Tips ini dibagikan, lanjut Fitra Eri, agar masyarakat bisa menghindari terjadinya kecelakaan di jalan tol.

"Sudah lama sekali saya itu ingin membuat konten mengenai penyebab-penyebab utama kecelakaan di jalan tol, beserta cara mengantisipasinya atau cara mengurangi resikonya. Saya rasa saat ini waktu yang tepat karena ada beberapa hal yang bisa kita ambil dari kecelakaan Vanessa Angel itu," ujar Fitra Eri.

Berikut beberapa tips untuk menghindari kecelakaan di jalan tol dari Fitra Eri:

 Vanessa Angel

Baca Juga:

Belajar dari Kasus Vanessa Angel, Jalan Tol Tidak Aman untuk Kecepatan Tinggi

Hati-hati, Ini Bahaya Water Hammer pada Mobil

1. Perhatikan Cuaca

Cuaca buruk seperti hujan, angin itu bisa mempengaruhi stabilitas mobil, daya cengkram mobil, jarak pandang ke depan yang bisa saja terjadi di sepanjang jalan bebas hambatan.

Jika menemui kondisi ini, pastikan menurunkan kecepatan laju mobil secara perlahan. Hal ini untuk tetap menjaga jarak aman mobil dengan mobil di depan.

"Kecepatan di tol yang diijinkan itu 60-100km/jam sebisa mungkin kita turunkan dalam batas yang aman masih sesuai dengan peraturan. Dan karena jarak pandang terbatas kita jangan menempel di mobil depan dan harus menjaga jarak aman," ujar Fitra.

2. Pertimbangkan Kondisi Jalan

Fitra memaparkan, kondisi jalan tol di beberapa daerah Indonesia tidak mulus seperti adanya lubang, tambalan aspal yang bahkan bisa membuat mobil melompat.

Untuk mengantisipasi jalan ini jangan melebihi batas kecepatan dan melihat itu jauh ke depan. Jangan hanya melihat bemper mobil depan saja, jika terhalang pandangannya sebaiknya bergeser sedikit atau mengambil jalur yang berbeda supaya bisa melihat jalan yang jauh ke depan.

3. Jangan Manuver Mendadak

Manuver mendadak bisa membuat mobil melintir dan terbalik. Meski mobil sudah menggunakan stability control, itu hanya meminimalkan tidak menghilangkan kemungkinan celaka 100%.

Terlebih untuk mobil yang tinggi karena memiliki center of gravity yang tinggi dengan titik tumpu di ban di paling bawah, hal ini membuat mobil sulit di kendalikan pada saat terjadi manuver secara mendadak.

Jadi hindari manuver mendadak, seperti belok kanan belok krii mendadak, gas dan rem mendadak.

Vanessa Angel

4. Perhatikan Kondisi Ban

Kondisi ban mobil botak bisa sangat membahayakan terutama ketika mengemudi saat hujan. Ingat, ban botak tidak memiliki alur untuk membuang air dengan baik. Hal ini bisa memicu terjadinya aquaplaning yaitu kondisi di mana mobil seolah mengambang di atas air.

Ban harus diganti bukan saat menunggu botak, melainkan saat gundukan atau benjolan yang ada di tengah alur pembuangan air. Jika gundukan itu sudah mengenai tapak, sudah sejajar, artinya itu harus diganti.

"Jadi bukan menunggu habis total 100%, bukan saat basah tapi saat kering juga itu kualitas dan karakter karet itu sudah beda dengan yang masih baru," terang Fitra.

5. Jangan Lewati Genangan air

Genangan air bisa memunculkan resiko aquaplaning apabila genangan terlalu dalam. Genangan air ini, kata Fitra, biasanya terjadi di pinggir kanan atu dipinggir kiri. Sebisa mungkin jangan melewati genangan air tersebut.

Jika sudah terlanjur menginjak genangan air, usahakan setir tetap lurus. Jika terjadi aquaplaning, arahkan mobil ke arah yang benar. Kurangi kecepatan secara gradual.

6. Perhatikan Kecepatan

Berkendara melebihi batas maksimum kecepatan akan sangat berbahaya. Jarak pengereman mobil dari 100km/jam sampai berhenti itu sekitar 45-50 meter.

Setiap pertambahan speed dua kali, jarak pengereman bertambah 4 kali. Jadi overspeed itu membuat mobil lebih sulit dikendalikan.

Menurut Fitra, cara mudah untuk mengatur tingkat kecepatan mobil yakni mengikuti kecepatan rata-rata mobil lain di sekitar.

7. Jaga Jarak Aman

Menjaga jarak aman adalah keharusan. Lebih baik menjaga jarak aman gunakan metode waktu.

Mobil minimal harus berada 2 detik dari kendaraan di depan kalau keadaan kering. Kalau keadaan basah minimal 3 detik ke depan.

Cara menghitungnya, begitu mobil depan melewati satu patokan, hitunglah menyerupai satu detik. Jangan sampai sebelum selesai dua detik mobil sudah mencapai marka yang sama.

8. Konsentrasi

Hilang konsentrasi bisa macam-macam penyebabnya. Tapi yang paling sering adalah gangguan atau distraction yang bisa datang dari maana saja, seperti makan, menggunakan ponsel yang sangat menganggu pikiran dan pandangan.

9. Hindari Mengantuk dan Lelah

Hal yang manusiawi tapi sangat berbahaya. Untuk mencegah ngantuk usahakan ada pengganti driver setiap dua atau tiga jam sekali.

Selain itu, usahakan berkendara di jam biologis manusia. Rasa mengantuk itu juga bisa disebabkan oleh suara yang konstan padahal belum waktunya tidur.

Jika memang mengantuk, jangan memaksakan untuk berkendara. Cari rest area terdekat dan cobalah tidur sebentar karena itu sangat membantu.

10. Atasi Ban Pecah

Ban pecah tidak seharusnya menimbulkan kecelakaan. Memang lebih beresiko saat terjadi ban pecah, namun tetap bisa diminalkan resiko kecelakaannya.

Pada saat ban pecah, jangan panik dan kaget. Jangan lakukan apa-apa saat ban kempes atau meledak. Selain itu, jangan menginjak rem sama sekali.

Sebab akan terjadi ketimpangan kanan dan kiri mobil sehingga kendaraan tidak stabil dan bisa menyebabkan melintir.

Ketika ban kempes, pengendara sebaiknya egang setir supaya lurus dan kurangi gas secara perlahan. Jika kecepatan sudah di bawah 30km/jam baru bisa menginjak rem pelan-pelan karena setir akan membanting ke satu arah.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini