Cek Kecepatan Aman Mengendarai Motor Saat Terobos Banjir

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Senin 08 November 2021 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 08 53 2498349 cek-kecepatan-aman-mengendarai-motor-saat-terobos-banjir-kROPo0N0mJ.jpg Ilustrasi motor (dok. Sindonews)

JAKARTA - Wilayah Jabodetabek beberapa hari terakhir diguyur hujan deras, mengakibatkan banjir di beberapa ruas jalan utama.

Situasi ini membuat pengendara sepeda harus berhadapan dengan banjir, bahkan mereka nekat menerobos banjir sampai motornya mogok.

Untuk itu, perlu dipahami menjaga kecepatan saat bermotor menjadi salah satu faktor penting yang perlu dilakukan saat menerobos banjir.

Lantas berapa sebenarnya kecepatan aman mengendarai motor saat terobos banjir?

 Banjir

Baca Juga:

Pengguna Motor Jangan Sembarang Berteduh saat Hujan, Bisa Kena Denda Rp500 Ribu

Mobil Ini Punya Fitur Canggih Bisa Deteksi Kesehatan Pengemudi

Dilansir dari Carmudi pada Senin (8/11), sebaiknya pengendara memiliki patokan kedalaman air. Misalnya beton di tepi trotoar dijadikan patokan untuk ketinggian genangan. Trotoar biasanya mempunyai ketinggian antara 30-40 cm dari permukaan jalan aspal.

Hal ini berarti, apabila permukaan genangan hampir sejajar dengan trotoar maka banjir sudah cukup tinggi.

Bila genangan tidak sampai setengah dari tinggi trotoar maka cukup aman untuk dilintasi dengan hati-hati.

Kecepatan aman mengendarai motor saat terobos banjir sebenarnya bergantung pada jenis sepeda motor yang digunakan.

Untuk motor sport dan motor trail karena punya perawakan tinggi, maka tinggi genangan air yang masih aman dilewati setengah roda depan atau ketinggian permukaan air sekitar 20 cm.

Sementara, motor dengan kopling manual punya banyak kelebihan di kondisi jalan yang sering banjir. Pengendara tidak perlu mengurangi bukaan gas saat perlu menurunkan kecepatan saat menerjang banjir.

Cukup tarik dan mainkan tuas kopling sembari menahan grip gas di putaran mesin sedang antara 3.000-4.000 rpm.

Kemudian, motor skutik lebih beresiko kemasukan air karena hempasan gelombang air. Nah, untuk motor tanpa gigi ini batas genangan banjir yang bisa kalian terobos sangat rendah, hanya 15 cm atau setara ban. Apabila sisi bawah pelek sudah terendam air, sebaiknya urungkan niat menerobos banjir karena busi juga sudah terendam.

Bila terus dipaksakan, cipratan air dari gelombang bisa merembes ke box filter. Bukan tidak mungkin air terhisap ke ruang bakar dan inilah penyebab motor bisa mogok. Tidak cuma itu, beberapa motor metik memposisikan aki di balik dek untuk pijakan kaki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini