Viral Pengendara Geber Motor di Lampu Merah, Ini Aturan Penggunaan Knalpot

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Rabu 10 November 2021 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 53 2499584 viral-pengendara-geber-motor-di-lampu-merah-ini-aturan-penggunaan-knalpot-wwxrE4NpfO.jpg Pengendara motor (dok Okezone)

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sikap pengendara sepeda motor yang menggeber knalpot racing di salah satu ruas jalan.

Melalui video yang diunggah akun @agoezbandz4, tampak pengendara motor yang berbocengan sengaja menggeber knalpot motornya saat berhenti di lampu merah.

Tak lama kemudian, petugas menghampiri dan memukul helm pengendara tersebut. Pemotor itu kaget dan langsung tancap gas saat melihat lampu lalu lintas berubah menjadi hijau.

Mengenai knalpot bising, sebenarnya telah ada aturannya. Kendaraan tidak boleh sembarangan menggunakan knalpot tidak standar.

Knalpot

Baca Juga:

Sederet Koleksi Motor Wendi Cagur, Harganya Fantastis

Ini Alasan E-Toll Expired di Jalan Tol, Kenali Batas Waktunya

Ketentuan ini tertulis melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 07/2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru. Dalam Permen LH itu disebutkan bahwa batas ambang kebisingan sepeda motor terdiri atas, untuk tipe 80 cc ke bawah maksimal 85 desibel (db). Lalu, tipe 80-175cc maksimal 90 db dan 175cc ke atas maksimal 90 db.

Selain itu, terdapat Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengendara tidak dibolehkan menggunakan kendaraan dengan knalpot yang tidak standar. Ancaman sanksi bagi pengguna knalpot bising yakni pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000.

"Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)," begitu bunyi aturannya.

(nia)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini