Tak Cuma Suara, Cek Sederet Perbedaan Knalpot Racing dan Standar

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Rabu 10 November 2021 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 53 2499624 tak-cuma-suara-cek-sederet-perbedaan-knalpot-racing-dan-standar-sGFZcDiDDv.jpg Ilustrasi knalpot racing (dok iStock/Corosukechan3)

Pengendara motor seringkali memodifikasi kendaraan mereka, terlebih di bagian knalpot. Sebagian mereka memilih untuk mengganti knalpot motor menjadi knalpot racing.

Knalpot racing ini dikenal dengan suara yang bising dan sering menganggu orang lain di sekitar.

Melansir dari laman resmi Suzuki pada Rabu (10/11), berikut beberapa perbedaan knalpot racing dan standar:

1. Ukuran knalpot

Di versi standar, knalpot telah dirancang dan dibuat dengan ukuran standar sesuai kebutuhan motor sehingga dapat berfungsi dengan baik dan nyaman.

Ukuran ini dibuatmempertimbangkan kenyamanan dan performa, termasuk meminimalisir gas sisa pembakaran dan suara yang dihasilkan.

Motor

Baca Juga:

Viral Pengendara Geber Motor di Lampu Merah, Ini Aturan Penggunaan Knalpot

Sederet Koleksi Motor Wendi Cagur, Harganya Fantastis

Berbeda dengan standar, ukuran knalpot racing berpengaruh pada suara dan performanya.

Diameter header hingga pipa galvanis atau pipa biasa yang digunakan diukur sedemikian rupa sehingga menghasilkan suara yang enak namun tidak mengurangi performanya.

2. Bahan bakar

Knalpot modifikasi biasanya membuat kendaraan menjadi lebih hemat bahan bakar karena mensetting ulang sistem pengapian. Untukitu, motor dengan knalpot jenis racing ini digunakan pada kecepatan wajar, bahan bakar yang digunakan dapat menjadi lebih irit.

Sayangnya, banyak pengguna knalpot modifikasi yang ketagihan bermain gas dengan ugal-ugalan atau dalam bahasa Jawa disebut bleyer.

Pemutaran gas secara tiba-tiba akan memicu naiknya pembakaran sehingga membutuhkan bahan bakar lebih. Hal inilah yang membuat motor Anda boros bahan bakar.

3. Performa motor

Pemilihan knalpot modifikasi yang tepat berpengaruh pada performa sehingga motor dengan knalpot jenis racing memiliki performa yang lebih baik daripada motor dengan knalpot standar.

Performa motor, utamanya pada bagian atas dirasa lebih baik karena tenaga yang otomatis terdongkrak.

Motor dengan knalpot model standar memiliki sisa gas buang yang banyak disaring sehingga menimbulkan tekanan balik pada mesin dari dalam knalpot. Tekanan balik ini berpengaruh pada performa mesin motor yang menjadi kurang maksimal.

Hal ini berbeda dengan pengguna knalpot model racing. Motor dengan jenis knalpot ini tidak memiliki penyaring gas sisa pembakaran. Gas tersebut dibuang begitu saja sehingga tidak menimbulkan tekanan balik pada mesin.

4. Struktur knalpot

Knalpot versi standar menggunakan tabung sebagai jalur untuk mengalirkan gas sisa pembakaran pada mesin atau disebut dengan partition.

Jumlah partition yang digunakan pada setiap knalpot kendaraan bergantung pada mesin. Komponen ini berfungsi untuk memecah suara agar tidak bising.

Sementara, knalpot versi racing tidak menggunakan tabung atau partisi sebagaimana pada versi standarnya.

Desain knalpot ini menggunakan header berbahan galvanis atau pipa biasa langsung hingga ke belakang tanpa tabung. Hal ini membuat suara knalpot model ini terdengar lebih nyaring.

5. Harga

Knalpot original biasanya keluaran standar pabrik memiliki harga standar yang kisarannya hampir sama, jika kualitas yang sama.

Sedangkan pada knalpot racing, harga sangat menentukan kualitas knalpot. Knalpot yang aman digunakan untuk mesin motor biasanya memiliki harga yang sangat mahal.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini