Berkat Kebijakan PPnBM, Penjualan Kendaraaan Meningkat

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Kamis 11 November 2021 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 52 2500064 berkat-kebijakan-ppnbm-penjualan-kendaraaan-meningkat-QLsYgvr6vt.jpg Pelaksanaan GIIAS (dok Sindonews)

JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Yohannes Nangoi mengatakan, berkat kebijakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) membuat penjualan di sektor otomotif meningkat.

“Melalui kebijakan pemerintah yaitu ppnbm ini cukup mendorong baik kepada penjualan kendaraan di Indonesia,” kata Yohannes Nangoi dalam sambutan pembukaan GIIAS 2021 di kawasan ICE BSD, Kamis (11/11/2021).

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil dari pabrikan ke dealer (wholesales) di periode Januari-September 2021 telah mencapai 627.537 unit. Di periode yang sama, penjualan mobil dari dealer ke pelanggan (retail) tercatat sebanyak 600.344 unit.

Jongkie menyambut positif hasil penjualan mobil nasional hingga akhir kuartal III-2021. Ia berharap bahwa proyeksi penjualan mobil nasional sebanyak 750.000 unit dapat tercapai di akhir tahun nanti.

Target tersebut berpotensi terpenuhi mengingat permintaan produk mobil baru terus meningkat seiring relaksasi PPnBM 100% untuk 29 tipe mobil sampai akhir tahun 2021, di samping adanya penyelenggaraan GIIAS 2021.

Bahkan, sebenarnya bukan mustahil target penjualan mobil nasional bisa terpenuhi sebelum tutup tahun 2021. Hal ini dengan asumsi bahwa laju penjualan mobil nasional di kuartal III-2021 dapat terulang lagi di kuartal IV-2021.

Apalagi, pelonggaran kebijakan PPKM telah diberlakukan di berbagai daerah sehingga aktivitas perekonomian kembali meningkat.

 GAIKINDO

Baca Juga:

Cek 3 Penyebab Knalpot Sembur Asap Putih

Ini Dia Homtruck, Truk Listrik Dilengkapi Tempat Tidur hingga Toilet

Sebagai catatan, khusus di kuartal III-2021 lalu, penjualan mobil wholesales tercatat sebanyak 234.071 unit sedangkan penjualan mobil retail tercatat sebanyak 212.500 unit.

Sampai saat ini, pihak Gaikindo mencatat, masih terjadi antrian pemesanan kendaraan.

Adapun seperti industri komponen industri jasa keuangan asuransi dealer bengkel maupun perusahaan otomotif lainnya yang juga menyerap banyak tenaga kerja bidang perekonomian.

(nia)

(kem)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini