Share

Gaikindo: Dukungan Pemerintah Dorong Percepatan Kebangkitan Otomotif Indonesia

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Kamis 11 November 2021 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 52 2500076 gaikindo-dukungan-pemerintah-dorong-percepatan-kebangkitan-otomotif-indonesia-z7mIUQX1g6.JPG Ketua Gaikindo, Yohannes Nangoi (Foto: Ist)

PAMERAN otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 telah resmi dibuka hari ini, Kamis (11/11/2021).

Dalam laporannya Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah atas dukungannya dalam mendorong percepatan bangkitnya industri otomotif dari dampak pandemi Covid-19.

Selain itu, pemerataan vaksinasi kepada seluruh lapisan masyarakat dan semakin baiknya penanganan masalah sehingga kasus yang terus melanda Indonesia akhirnya dapat mendukung pembukaan pameran otomotif GIIAS 2021.

"Rasa terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia, khususnya di bawah tanah Bapak Menteri Koordinator bidang Perekonomian Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan dukungan dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah telah mendorong percepatan bangkitnya otomotif dari dampak pandemi Covid-19," ujarnya saat pembukaan.

Baca juga: Menko Airlangga Hartarto Resmi Buka Pameran Otomotif GIIAS 2021

Pembukaan GIIAS 2021

Baca juga: Menko Airlangga Hartarto Resmi Buka Pameran Otomotif GIIAS 2021

Salah satu kebijakannya adalah Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) oleh Pemerintah yang mendukung penjualan sektor otomotif.

“Melalui kebijakan pemerintah yaitu ppnbm ini cukup mendorong baik kepada penjualan kendaraan di Indonesia,” tuturnya.

Adapun pencapaian hasil kenaikan cukup signifikan kendaraan-kendaraan yang mendapatkan kebijakan ppnbm DPP jenis kendaraan kendaraan yang diproduksi di Indonesia dengan lokal lebih dari 60 persen.

“Pada periode Januari-Oktober 2012 1 dibandingkan periode yang sama tahun 2020 tercatat kenaikan penjualan domestik hingga 68 persen,” paparnya.

Sampai saat ini pihaknya mencatat, masih terjadi antrean pemesanan kendaraan.

“Hal tersebut segera dapat memenuhi seluruh kebutuhan tersebut tetap mendapatkan kenaikan sebesar 33,5 persen sebagai kelompok industri kendaraan bermotor yang menyerap tenaga kerja mencapai lebih dari 1,5 juta orang diikuti dengan kegiatan usaha industri industri pendukung," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini