Begini Cara Menghitung Besaran Pajak Motor dan Denda jika Telat Bayar

Bertold Ananda, Jurnalis · Senin 15 November 2021 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 53 2501983 begini-cara-menghitung-besaran-pajak-motor-dan-denda-jika-telat-bayar-Q2b51sNtkh.jpg Ilustrasi (Okezone)

BAGI Anda pemilik kendaraan bermotor membayar pajak kendaraan bermotor merupakan hal yang wajib Anda penuhi. Baik itu pajak tahunan maupun pajak lima tahunan.

Pasalnya hal itu mengacu pada Undang Undang RI Nomor 28 Tahun 2009 Pasal 1 Ayat 12 dan 13, maka pengertian pajak kendaraan bermotor adalah adalah pajak atas kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor.

Baca juga: Mudah Banget, Begini Cara Cek Besaran Pajak Mobil dan Motor via Online

Pajak kendaraan bermotor akan dipungut oleh kantor dan SAMSAT.Lalu akan dibagi pemecahannya menjadi 3 instansi pemerintah , diantaranya: Kepolisian Daerah Republik Indonesia, Badan Pendapatan Daerah dan PT. (Persero) Asuransi Kerugian Jasa Raharja.

Ilustrasi

Antrean di Samsat (Okezone)

Oleh karna itu Anda sebagai pemilik motor wajib taat membayar pajak dan tau perhitungan pasti besaran pajak kendaraan bermotor yang harus dibayarkan oleh Anda. Hal itu dikarenakan bahwa setiap kendaraan , tahun dan macam –macam kapasitas mesin motor tersebut pastinya memiliki besaran pajaknya sendiri-sendiri.

Nah, berikut cara menghitung pajak motor.

1. Pahami terlebih dahulu istilah yang terdapat pada STNK

Pertama kali sebelum membayar pajak Anda wajib pahami terlebih dahulu istilah dan singkatan yang terdapat di lembar STNK kendaraan motor Anda. Berikut ini istilah pada lembar surat tanda kendaraan bermotor:

Baca juga: 5 Aksesoris Motor yang Berbahaya Digunakan saat Musim Hujan, Apa Saja?

BBN KB

Istilah ini merupakan biaya besaran Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Hal ini diperuntukan bagi Anda yang ingin mutasi atau berpindah nama pemilik kendaraan bermotor

PKB

Singkatan ini memiliki arti tentang Pajak Pokok Kendaraan Bermotor atau pajak yang harus dibayarkan pada kendaraan bermotor tersebut. Setiap daerah tentu memiliki besaran tarif pajak yang berbeda-beda.

SWDKLLJ

Singkata yang amat rumit ini memiliki arti yaitu Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Ketika Anda membayar pajak secara penuh maka secara otomatis nama Anda tercantum dan terdaftar dalam asuransi yang dibina oleh Jasa Raharja.

Biaya ADM STNK

Istilah ini merupakan biaya administrasi yang bersangkutan pada pengurusan STNK. Biasanya akan dikenakan biaya tersebut bila Anda membayar pajak lima tahunan dan mengganti plat atau pada saat proses balik nama.

Denda Pajak

Setiap terjadi keterlambatan jatuh tempo dalam membayar pajak pastinya terdapat konsekuensi yang harus ditanggung pemilik kendaraan bermotor yakni membayar pajak.

2. Cara menghitung pajak motor

Menghitung pajak kendaraan bermotor kini terdapat rumusnya loh. Besaran angka yang dicantumkan pada lembar STNK Anda mengacu pada Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB). Nominal tersebut di tetapkan oleh Dispeda yang sebelumnya telah menerima data dan laporan dari Agen Pemegang Merk (APM).

Jadi perhitungan NJKB tidak berasal dari harga pasaran motor tersebut, tetapi didasari dengan nllai depresiasi.

Misalkan Tono membeli motor bebek senilai harga Rp 10.000.000. Maka cara menghitungnya yakni NJKB X 2%X 1

Pencantuman Nominal 2% diatas merupakan angka persentasi tarif pajak progresif kendaraan pertama untuk motor .

Maka dari perhitungan 10.000.000×2%, menghasilkan tarif pajak kendaraan senilai Rp200 ribu.

Ilustrasi

Dalam membayar pajak motor tahunan maka tarif pajak kendaraan ditambahkan dengan SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) yang biayanya Rp35 ribu untuk motor bebek & Scooter matic diatas 50cc hingga 250cc .

Jadi pajak tahunan yang harus di bayarkan oleh Tono sebesar Rp200 ribu+Rp35 ribu= Rp235 ribu per tahun.

Kasus tersebut akan berbeda bila Tono telat dalam membayar pajak rutin tahunan, maka perhitungan pajaknya seperti berikut:

- Denda pajak selama motor 1 hari-1 bulan dikenakan denda sebesar 25%

- Denda pajak selama motor 2 bulan= PKB x 25% x 2/12 + denda SWDKLLJ

- Denda pajak motor selama 6 bulan= PKB x 25% x 6/12 + denda SWDKLLJ

- Denda pajak motor selama 1 tahun= PKB x 25% x 12/12 + denda SWDKLLJ

- Bila denda pajak motor selama 2 tahun= 2 x PKB x 25% x 12/12 + denda SWDKLLJ

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini