Menperin: Penjualan Otomotif Naik Hampir 50 Persen

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Selasa 16 November 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 52 2502563 menperin-penjualan-otomotif-naik-hampir-50-persen-dz9kzzA4Kh.jpg Ilustrasi mobil (dok Freepik)

JAKARTA -  Pemberlakuan PPNBM Ditanggung Pemerintah (DTP) membuat sektor industri otomotif bangkit dikala pandemi covid 19. Hal tersebut ditandai dengan kenaikan dari segi penjualan yang tumbuh positif dibandingkan tahun lalu.

"Kenaikan dari segi penjualan, naiknya hampir 50% dibandingkan periode tahun lalu," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam sambutannya pada GIAC (GAIKINDO Internasional Automotif Conference), Selasa (16/11/2021).

 Menperin menyatakan, periode Januari - September 2021, penjualan yang disampaikan GAIKINDO mencapai 600 ribu unit. Hal Ini naik dibandingkan periode yang sama pada periode lalu 407 ribu unit, ini januari sampai September 2021.

Dari sisi kinerja ekspor per Januari - September ekspor ECU Menperin menyebutkan industri otomotif mengalami kenaikan sebesar 33% dari 155 ribu unit pada tahun 2020 menjadi 207 ribu unit pada tahun 2021.

Baca Juga:

Fans Nike Ardilla Siap Lepas Mobil Sang Bintang Rp10 Miliar, Berminat?

Cek Spesifikasi Honda Gold Wing Model Baru, Bisa Ngecas Ponsel

"Hal ini dilengkapi dengan ekspor komponennya yang naik 61% dari 40 juta komponen tahun 2020, menjadi 65 juta di tahun 2021" lanjut Meneperin.

Menperin menambahkan pertumbuhan industri komponen pada periode Januari sampai September 2021 tercatat mengalami kenaikan sebesar 40% secara year on year dengan utilisasi rata-rata sebesar 70%.

"Kebijakan PPNBM ini manfaatmultipliernya cukup besar, pemerintah sesungguhnya telah chip in mengalokasikan 3 triliun rupiah, dan bisa mendapat nilai tambah senilai Rp19 triliun, atau 3 kali lipat" sambung Agus.

Menurutnya industri otomotif sebagai kontributor utama pada PDB industri alat angkutan telah memiliki lebih dari 21 perusahan industri kendaraan bermotor roda 4 atau lebih dengan nilai investasi Rp71,35 triliun untuk kapasitas produksi 2,3 juta unit per tahun.

"Ini menyerap tenaga kerja 38 ribu dan menghasilkan 1,5 juta disepanjang rantai industri otomotif," pungkas Menperin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini