Ini Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik di Indonesia, Wajib Tahu Sebelum Membeli!

Bertold Ananda, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 52 2503195 ini-kelebihan-dan-kekurangan-mobil-listrik-di-indonesia-wajib-tahu-sebelum-membeli-uroTkURHbf.jpg Ilustrasi mobil listrik (Shutterstock)

HAMPIR semua negara di dunia termasuk di Indonesia kini mulai mengkampanyekan penggunaan kendaraan listrik sebagai upaya mengurangi emisi karbon. Lalu, apa kelebihan dan kekurangan mobil listrik dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil?

Dalam menyambut era elektrifikasi di Indonesia, banyak Agen Pemegang Merek sudah mulai berlomba menghadirkan mobil listrik atau electric vehicle (EV).

 Baca juga: Jokowi Nyetir Mobil Listrik Miev di GIIAS 2021, Intip Spesifikasi Mobil untuk Komersil Ini

Namun, masih banyak masyarakat galau dalam menentukan pilihannya, mengingat mobil listrik masih katagori produk baru. Tapi tenang saja, berikut kelebihan dan kekurangan mobil listrik.

Keunggulan mobil listrik :

1. Ramah lingkungan

Mobil listrik diklaim sebagai kendaraan ramah lingkungan. Hal itu disebabkan karena mekanisme laju kendaraanya diproses dengan menggunakan daya listrik, sehingga tidak menghasilkan residu emisi berupa Co2 dan Co.

Ilustrasi

Berbeda dengan mobi berbahan bakar bensin atau disel yang pastinya sisa pembakaranya yang dapat mencemari udara.

2. Kabin lebih tenang

Hal ini kerap menjadi nilai plus yang dicari oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya mobil dengan kabin yang senyap, sunyi dan tenang akan menambah kenyamanan dalam berkendara. Tidak seperti pada mobil konvensional yang mendapatkan mesin penggerak yang dapat menghasilkan getaran yang masuk dalam kabin.

Baca juga: Tak Sekadar Mobil Listrik, Sederet Kendaraan Ini Punya Fitur Istimewa

3. Menghemat uang untuk merawat kendaraan 

Kelebihan ini tentunya tidak bisa dimiliki oleh mobil berbahan bakar bensin pastinya. Mobil listrik diklaim lebih menghemat uang untuk biaya peratawan kendaraan.

Tidak perlu repot untuk ganti oli rutin, mengganti busi, mengganti koil, mengganti air radiator dan tidak repot keluar untuk isi BBM.

Kunjungan servis rutin mobil listrik hanya terdiri dari pemeriksaan mekanis, dan rotasi ban termasuk spooring dan balancing, penggantian filter udara kabin dan bilah wiper, serta pengisian cairan washer

4. Sekali cas dapat menempuh jarak ratusan kilomater 

Mobil listrik yang sudah dibekali dengan daya penampungan arus listrik yang besar sehingga dapat digunakan jarak jauh dalam sekali melakukan pengisian dengan melalukan pengecasan.

Pada mobil Tesla Model 3 dapat menjangkau jarak tempuh sebanyak 240 mil atau 386 kilometer dengan sekali cas. Lalu pabrikan Jepan Hyundai Kona Electric juga mencatat jarak sebanyak 239 mill atau 384 kilometer dengan satu kali pengecasan

Kekurangan mobil listrik di Indonesia :

1. Stasiun pengisian bahan bakar listrik tidak tersebar luas

 

Inilah masalah yang kerap ditemui oleh masyarakat Indonesia bila akan meminang mobil listrik. Pasalnya belum tersebar luas stasiun pengisiam bahan bakar khusus EV di Indonesia. Maka dari itu apabila ingin berkendara jauh seperti roadtrip maupun touring akan menjadi beban pikiran.

Stasiun pengisian bahan bakar hanya tersebar dan mendominasi pada beberapa mall di kota besar Indonesia seperti Jakarta dan Tangerang.

Saat ini update terbaru menjelaskan bahwa sebanyak terdapat 31 stasiun pengisian bahan bakar listrik yang tersebar di seluruh Indonesia.

 Ilustrasi

2. Biaya mengganti baterai mahal

Memang dari segi perawatan mobil listrik unggul ketimbang mobil konvensional. Pasalnya mobil listrik minim perawatan secara berkala. Namun terdapat mimpi buruk bagi pengguna mobil listrik bila penyimpan daya listrik alias baterai mulai rusak.

Jika itu terjadi maka butuh biaya yang tidak sedikit. Belum lagi tersedianya part yang indent dan tidak tersedia yang mengharuskan untuk menunggu lama apabila terjadi kerusakan.

3. Pengecasannya lama

Ini juga kerap menjadi pertanyaan banyak masyarakat ketika ingin beralih ke mobil yang ramah lingkungan, yakni mengenai saol pengisian daya yang lama. Pasalnya pengisian yang dilakukan kerap membutuhkan waktu cukup lama yang tentu tidak efisien dari segi waktu. Berbeda dengan mobil konvensional yang hanya membutuhkan waktu sebentar untuk mengisi tangki bahan bakar dari nol hingga penuh.

4. Harganya lebih mahal

Kekurangan mengenai budget ini juga kerap dirasakan para konsumen, pelaku otomotif serta petrolhead sejati di tanah air. Nyatanya di Indonesia pasaran mobil listrik masih terlampau mahal. Faktor tersebut umumnya bisa mengurungkan niat konsumen untuk membeli mobil listrik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini