Kemenperin: Target Mobil Listrik Dapat Tekan Emisi Karbon 2,7 Juta Ton di 2030

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Kamis 18 November 2021 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 52 2503863 kemenperin-target-mobil-listrik-dapat-tekan-emisi-karbon-2-7-juta-ton-di-2030-EjuRrcdneF.jpg Ilustrasi mobil listrik (dok Freepik)

Kementerian Perindustrian menargetkan pada tahun 2030 terdapat 600 ribu kendaraan listrik yang sudah digunakan oleh masyarakat sebagai pengganti kendaraan berbahan bakar fosil.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Sony Sulaksono mengatakan jika jumlah tersebut dicapai maka Indonesia bisa mengurangi emisi Co2 setidaknya 2,7 juta ton.

"Kalau EV ini terjadi di bangun terdapat ada sekitar 600 ribu kendaraan roda empat EV yang terbeli maka itu akan menyumbang 2,7 juta ton Co2 dari angka 92 jutaan," ujar Sony Sulaksono di ajang GIIAS 2021, Rabu (17/11/2021).

Meski belum mengurang cukup signifikan, Sony menjelaskan hal ini sebagai gambaran, bagaimana pengaruhnya masyarakat dan industri otomotif bisa beralih menggunakan energi yang lebih bersih.

Baca Juga:

Mau Modifikasi Mobil Toyota Limo Bekas Taksi? Ini Kisaran Biaya Dibutuhkan

Intip Penampilan Yamaha RX-King Bisu Curi Perhatian Pengunjung GIIAS 2021

"Kan lumayan, tapi tentunya ini tidak bisa sendirian mobil elektrik harus didukung jenis mobil lain, kecuali ini target 2030 tidak 600 tapi mungkin satu juta, pasti akan lebih jauh turunnya," sambung Sony.

Sony menambahkan, transisi menuju energi baru dan terbarukan bukanlah hanya perkara sumberdaya alam, tapi juga sumber daya manusia. Menurutnya hal ini menjadi pertimbangan juga untuk mulai beralih memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan.

"Industri otomotif ini cukup dalam berada di Indonesia, mempekerjakan banyak sekali tenaga kerja sekitar 1,5 juta, industri yang terlibat juga sangat banyak, jadi menang kita harus mempertimbangkan ini sebagai faktor untuk mengambil keputusan dalam transisi ke jenis kendaraan baru," lanjutnya.

Dari sisi pemerintah, pemberian PPNBM  dianggap menjadi solusi dalam mendorong masyarakat untuk mempunyai mobil dengan emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan.

"Kalau kita melihat dari PP 74 Tahun 2021 ini sangat jelas bahwa pemerintah memberikan preferensi ke kendaraan-kendaraan yang ber emisi rendah dalam hal ini seperti Electrical Vehicle," kata Sony

"Sudah sering disampaikan oleh bapak presiden, kita punya cukup cadangan mineral berupa nikel yang cukup besar di dunia, yang terletak di Sulawesi sekarang ini, dan ini kita ingin diolah di dalam negeri Sehingga diharapkan menjadi industri baterai berbasis nikel," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini