Cara Bikin SIM A Baru dan Jenis Tes yang Harus Dilakukan

Bertold Ananda, Jurnalis · Jum'at 26 November 2021 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 52 2507868 cara-bikin-sim-a-baru-dan-jenis-tes-yang-harus-dilakukan-Mbp7Wkmroz.jpg Ilustrasi SIM (dok. Sindonews)

JAKARTA - Surat Ijin Mengemudi (SIM) sangat penting bagi anda yang ingin melakukan aktivitas dengan mengendarai mobil. SIM menjadi lisensi jika anda telah dinobatkan lulus dan pantas untuk mengemudikan kendaraan. 

Nyatanya proses pembuatan SIM memerlukan proses yang panjang dan mesti dilakoni oleh para calon pengendara. Sebab, terdapat serangkaian ujian yang harus dilalui.

Melansir laman Daihatsu, berikut cara membuat SIM A perseorangan (kendaraan pribadi) dan rangkaian jenis tes yang harus dilakukan:

1. Lengkapi semua dokumen

Umumnya persyaratan yang harus dilengkapi meliputi formulir, 2 lembar fotokopi KTP, dan salinan ijazah/surat keterangan lulus.

2. Buat surat keterangan sehat

Pastikan dalam memulai ujian bikin SIM calon pengendara harus dipastikan sehat. Maka dari itu buatlah surat keterangan sehat yang tersedia diklinik maupun rumah sakit terdekat.

3. Bayar biaya pendaftaran

Calon pengendara dikenakan biaya pendaftaran SIM A sebesar Rp120.000. Ada biaya asuransi Rp30.000, tapi tidak wajib.

4. Ujian teori

Biasanya calom pengemudi diharuskan untuk menjawab sebanyak 30 soal dengan waktu yang singkat selama 15 menit. Skor minimal yang dapat meloloskan Anda dari tahapan ujan tertulis yakni 70.

5. Ujian praktik

Ketika sudah dipastikan lulus dari tes tertulis, selanjutnya calon pengemudi diwajibkan mengikuti ujian praktik. Test ini hampir sama dengan tes dalam ujian mengemudi. Para peserta diharuskan menguasai 5 teknik kemampuan dalam berkendara meliputi:

Menyetir zig-zag (maju dan mundur)

- Memarkir mobil secara seri dengan posisi mundur

- Memarkir mobil secara paralel

- Berhenti di tanjakan

- Menyetir lurus (maju dan mundur)

6. Ujian Simulator (Khusus SIM A Umum)

Ujian ini diperuntukan bagi anda yang ingin mengemudikan kendaraan umum seperti taksi atau angkot. Peserta diharuskan untuk mengikuti tes melalui simulator dengan cara cukup rumit. Rangkaian pengetesan dalam simulator meliputi balik arah, pengereman, konsentrasi, antisipasi dan lain sebagainya.

7. Ujian Psikologi

Ujian dilakukan dalam waktu 20 menit didalam ruangan. Hal itu diharapkan mampu mengurangi angka kecelakaan yang berkaitan dengan emosi dan psikologis pengendara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini