Menelisik Masa Depan Mobil Terbang di Dunia, Ini 8 Hal Menentukan

Bertold Ananda, Jurnalis · Selasa 30 November 2021 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 52 2509612 menelisik-masa-depan-mobil-terbang-di-dunia-ini-8-hal-menentukan-RqWgvWZ4Mh.jpg Mobil terbang buatan Belanda PAL-V (Autocar)

BERTAMBAH pesatnya perkembangan inovasi dan teknologi di dunia saat ini menghadirkan banyak hal yang tak diduga-duga terjadi. Seperti halnya mobil terbang yang terdengar mustahil untuk diluncurkan. Namun saat ini jangan kaget bahwa hal yang terdengar mustahil sekarang menjadi nyata.

Kendaraan ini dibuat untuk mengatasi infrastruktur penggunaan transportasi yang berlebihan, kemacetan lalu lintas yang ekstrem, dan kerusakan jalan raya. Alih-alih mengikuti kebijakan perluasan infrastruktur tradisional, transportasi terbang saat ini berfokus pada pengembangan solusi inovatif dan baru untuk masalah yang disebutkan di atas.

Baca juga: Taksi Terbang Ehang Segera Beroperasi di Indonesia, Intip 5 Fitur Kemanannya

Melansir dari Frontiers, Selasa (30/11/2021), begini penentuan pengembangan mobil terbang di dunia.

Teknologi

Pada mobil terbang telah disematkan beberapa teknologi canggih yang terhubung secara otomaotis pada kendaraan. Teknologi tersebut meliputi robotika canggih dan fusi sensor, pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan (AI).

Keamanan

Segmen paling kritis dari operasi mobil terbang adalah transisi darat/udara (lepas landas/pendaratan) yang akan menuntut regulasi NAS/FAA, dan tata kelola yang sesuai untuk wilayah udara yang terintegrasi (bukan terpisah).

Faktor ini harus dipenuhi secara keseluruhan dan regulasi penerbangan yang telah di tentukan. Selain itu juga terdapat aspek penting lainnya yaitu seberapa tangguh mobil terbang mengatasi tantangan operasional dan memastikan keselamatan selama kondisi cuaca buruk (misalnya, hujan deras, angin kencang, badai salju, dan lainnya).

Pelatihan dan Sertifikasi Pilot

Untuk mobil terbang manual dan otonom, operator kendaraan (atau pilot), dan sistem pendukung (pemeliharaan) berbasis udara/darat akan memerlukan sertifikasi dan tata kelola yang sesuai. Maka dari itu perlulah menggunakan pilot yang sudah mendapat lisensi penerbangan.

Baca juga: Wow, 2 Mobil Terbang Ini Sudah Dapat Izin Mengudara

Meskipun ada juga mobil terbang tanpa awak yang dapat dikenalikan secara otomatis, namun perlu juga awak pilot untuk meminimalisasi dan mempermudah dalam perjalanan Anda menggunakan mobil terbang.

Infrastruktur

Mobil terbang akan memerlukan peraturan untuk "vertiport" atau fasilitas lepas landas/pendaratan. Hal ini ditujukan untuk transisi darat/udara. Pada gilirannya akan menentukan kebijakan dan standar untuk fitur operasional lepas landas dan pendaratan vertikal.

Lingkungan

Tata kelola harus diamanatkan untuk memastikan praktik terbaik yang sadar lingkungan untuk mobil terbang. Misalnya, operasi bertenaga listrik penuh, kebisingan operasional minimum, dan emisi gas rumah kaca minimum.

Logistik dan Keberlanjutan

Mobil terbang akan memerlukan standar hukum yang berkelanjutan untuk pengoperasian, pemeliharaan, kontrol, dan adopsi langkah demi langkah (misalnya, sebagai kendaraan darurat, sebagai mode layanan berbagi tumpangan, dan sebagai kendaraan konsumen).

Ilustrasi

Keamanan cyber

Mobil terbang memang diciptakan sangat otomatis dan terkomputerisasi serta kemungkinan besar terhubung ke jaringan terenkripsi untuk tujuan navigasi. Maka dari itu perlulah keamanan siber seperti sistem yang mengamanatkan kebijakan untuk melindungi dari kejahatan dunia maya (misalnya, akses jarak jauh yang tidak sah melalui Trojan dan malware, serangan DDoS yang mencegah akses jaringan). Hal ini juga dapat menanggulangi kerusakan yang dapat mengakibatkan kecelakaan

Masalah Keamanan

Pada mobil terbang akan terdapat berbagai mode safety keselamatan. Setiap mobil terbang yang hadir harus dilengkapi degan sistem otonom baru untuk mengoperasikan, menavigasi, dan mengendalikan mobil terbang dilengkapi dengan redundansi (sistem cadangan), dan memiliki kemampuan "mode aman" (yaitu, "on-the-fly" pengambilan keputusan).

Sistem keselamatan ini akan mendeteksi jika mobil terbang sedang menghadapi situasi yang tidak biasa. Hal itu menganut pada peraturan badan pengatur utama yaitu FAA yang menetapkan standar keselamatan minimum. Kemudian masing-masing Negara akan mengamanatkan pengontrol lalu lintas udara swastanya sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini