Cara Modifikasi Motor ala Japstyle, Perhatikan 3 Hal Ini

Lina Sharfina, Jurnalis · Kamis 02 Desember 2021 08:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 312 2510631 cara-modifikasi-motor-ala-japstyle-perhatikan-3-hal-ini-BVKMCeAyRR.jpg Modifikasi Motor ala Japstyle (dok YouTube HW Garage)

JAKARTA - Japstyle merupakan aliran modifikasi sepeda motor yang berasal dari Jepang. Japstyle sebenarnya kependekan dari Japannese Style.

Modifikasi aliran Japstyle ini sudah mulai eksis di tahun 1980-an. Motor Japstyle memiliki tampilan yang menarik serta gagah. Hal tersebut yang membuat banyak orang ingin memodifikasi menjadi motor kreasi Jepang tersebut.

Keunikan dari Japstyle ada di tangki berbentuk semi trail, bentuk jok yang umumnya single seater atau jok tunggal, yang dibuat lebih tipis dan posisinya lebih rendah dari tangki standar.

Jika anda tertarik untuk memodifikasi motor anda menjadi aliran Japstyle, berikut caranya dirangkum Okezone:

1. Cari part yang sesuai dengan kebutuhan

Kebutuhan seperti jok custom, tangki bahan bakar, knalpot, lengan ayun atau arm, lampu utama, lampu sein, spion, setang, suspensi atau shockbreaker, dan seterusnya, bisa kamu cari melalui online shop atau toko terdekat.

2. Datangi builder untuk pemasangan dan finishing

Setelah kamu mendapatkan perlengkapan yang diinginkan untuk motor, kamu bisa mendatangi bengkel atau untuk mengubah tampilan motor menjadi aliran Japstyle. Dalam banyak forum otomotif disebut beberapa bengkel modifikasi sanggup melayani dengan banderol jasa cukup beragam, mulai Rp4,5 juta beserta cat untuk finishing-nya.

3. Pahami aturan memodifikasi

Diatur dalam Pasal 52 Ayat 3 berbunyi, setiap kendaraan bermotor yang dimodifikasi sehingga mengubah persyaratan konstruksi dan material, wajib dilakukan uji tipe ulang. Terkait modifikasi kendaraan juga tertuang dalam Pasal 123 Ayat 1 PP No. 55 Tahun 2012 tentang kendaraan, yang membahas soal pengujian fisik kendaraan untuk pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan, serta penelitian rancang bangun dan rekayasa Kendaraan Bermotor.

Hal tersebut dilakukan agar motor anda bisa berkendara di jalanan tanpa harus ditilang. Jika tidak, maka sanksi seperti yang tertuang pada Pasal 277 adalah hukuman pidana penjara, paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp24 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini