Share

BMW Pede Bisa Jual 2 Juta Mobil Listrik Meski Ada Kekurangan Chip

Bertold Ananda, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 52 2514453 bmw-pede-bisa-jual-2-juta-mobil-listrik-meski-ada-kekurangan-chip-UPPTwZvYd9.jpg Mobil BMW di GIIAS 2021 (MPI/Bertold)

BMW telah menjual satu juta mobil listrik (EV) yang 70 persen di antaranya kendaraan hybrid murni. Beranjak dari itu, produsen otomotif asal Jerman optimis bisa mencapai target penjualan dua juta mobil listrik murni pada 2025.

Anggota Dewan Manajemen BMW, Pieter Nota mengatakan, perusahaannya sangat percaya diri kalau mobil model hibrida buatan mereka akan terus memainkan peran penting. Khususnya bagi konsumen yang kesulitan mengakses ke stasiun pengisian daya.

Baca juga: Catat 673 Pemesanan, Penjualan BMW di GIIAS 2021 Tembus di Atas Rp1 Triliun

Pihaknya juga menambahkan bahwa melanjutkan era memodernisasi mobil berbahan bakar fosil adalah langkah penting lainnya untuk membuat industri lebih berkelanjutan.

"Hanya dengan begitu kita dapat membuat perbedaan di seluruh basis pelanggan," katanya seperti dilansir dari Reuters, Kamis (9/12/2021).

BMW telah lama berinvestasi dalam berbagai teknologi dari pada berfokus murni pada mobil baterai-listrik untuk mengurangi emisi, dan menentang larangan pembelian mobil mesin pembakaran.

Baca juga: 3 Mobil BMW Termahal Dipamer di GIIAS 2021, Segini Harganya

Untuk pencapaian kedepannya, pihak produsen mobil itu akan menargetkan setidaknya sekitar 50% dari penjualan global akan sepenuhnya menggunakan listrik pada 2030. Tapi bukan termasuk perkara mudah dalam mengimplementasikannya.

Pasalnya, BMW telah berulang kali mengatakan bahwa untuk saat ini masih terdapat kesulitan sedang dialami, yaitu kurangnya infrastruktur pengisian daya yang merupakan sebuah faktor penghalang utama untuk penyerapan konsumen yang lebih cepat dari kendaraan listrik.

Total pada penjualan November mengalami sedikit penurunan di bawah level tahun lalu, kata Nota.

Ilustrasi

Hal itu disebabkan karena kelangkaan dan kurangnya chip semikonduktor yang terus membatasi pasokan perakitan unit. Namun dibalik itu, perusahaan tetap yakin akan melihat pertumbuhan pendapatan absolut dibandingkan tahun lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini