Share

Jalan Berbayar Elektronik Akan Diterapkan DKI, Tarif Maksimal Rp19.900

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 16 Desember 2021 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 16 52 2517931 jalan-berbayar-elektronik-akan-diterapkan-dki-tarif-maksimal-rp19-900-SpvhHtdye5.jpg Uji Coba Jalan Berbayar (dok Antara/Wahyu Putro)

JAKARTA - Electronic road pricing (ERP) atau jalan berbayar akan segera diterapkan DKI Jakarta.

Pada tahap awal, rencananya sistem ini akan bisa dilakukan pada tahun 2023.

Kepala Unit Pengelola Sistem Jalan Berbayar Elektronik Dinas Perhubungan DKI Jakarta Zulkifli menjelaskan, pihaknya mengusulkan 18 ruas jalan dapat diterapkan sistem ERP hingga 2039.

Panjangnya mencapai 174,04 km dan sudah tertuang dalam Raperda tentang Rencana Induk Transportasi Jakarta (RITJ).

"Pada tahun 2022 akan kami bahas. Total 18 koridor ruas jalan, hampir 174,04 kilometer jalan yang akan di-ERP-kan," kata Zulkifli dilansir dari Youtube DTKJ, Kamis (16/12/2021).

18 jalan yang akan diterapkan ERP, lanjut Zulkifli, akan bersentuhan langsung dengan jaringan transportasi umum yang ada saat ini seperti Transjakarta, MRT, LRT, dan KRL Commuter Line.

Baca Juga:

 Viral Motor Akrobat di Jalan Raya Berujung Masuk Jurang, Netizen: Auto Tambah Ganteng

 Isi Garasi Tom Holland si Pemeran Spider-Man Bikin Iri, Ada Mobil Rp8,5 Miliar

Sebagai awal, pembangunan ERP di simpang CSW hingga Bundaran HI sepanjang 6,7 km akan dilelang. Lelang akan dimulai pada 2022 dan diharapkan sistem sudah berjalan pada 2023.

Selain itu, Zulkifli menjelaskan, tarif yang diusulkan antara Rp5.000 sampai Rp19.900, bergantung pada ruas jalan yang diterapkan ERP.

"Targetnya variatif. Kami usulkan di angka Rp5.000 sampai Rp19.900 tergantung pada kinerja ruas jalan," beber Zulkifli.

Strategi Penanganan Transportasi

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo memaparkan, ERP telah disesuaikan dengan strategi penanganan transportasi Ibu Kota.

Strategi yang dimaksud yakni push and pull theory. Di mana, menyediakan berbagai layanan transportasi yang terintegrasi, seperti KRL, MRT, BRT hingga Jaklingko.

Kemudian, pull strategy dengan memberikan insentif khusus bagi pengguna kendaraan pribadi.

"Pull strategy masih terbatas pada manajemen perparkiran. Dari sisi trafic restrain juga masih dalam tahapan implementasi ganjil genap pada 25 ruas jalan," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini