Share

Mengenal Indonesia Escorting, Komunitas Pengawal Ambulans

Rio Chandra, MNC Portal · Selasa 21 Desember 2021 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 21 199 2520394 mengenal-indonesia-escorting-komunitas-pengawal-ambulans-Vw39GKIur0.jpg Aktivitas Indonesia Escorting Ambulance (IEA)

AMBULANS termasuk kendaraan prioritas yang harus diberi akses khusus di jalan raya saat membawa orang sakit berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tapi pada praktiknya tak semua pengguna jalan memahami hal ini.

Ada sederet kasus penghalangan laju ambulans terjadi di berbagai daerah dan sempat viral.

Misalnya pada Juli 2021, sebuah ambulans yang hendak menjemput pasien dihalangi sebuah mobil di Gaplek, Pamulang, Tangerang Selatan. Akibatnya, ambulans telat tiba di lokasi dan pasien pun meninggal dunia.

 Baca juga: Viral Pengawal Ambulans Ditilang Polisi, Cek Aturannya di Sini

Pada 12 Agustus 2021, seorang prajurit TNI menghalangi ambulans yang sedang mambawa bayi kritis di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur. Belakangan bayi tersebut meninggal dunia.

Pada Oktober lalu, sebuah ambulans yang membawa pasien juga dihalangi sebuah mobil berpelat merah AD 9502 PL di jalan depan Kantor DPRD Klaten.

 

Bergerak dari banyak peristiwa penghalangan terhadap ambulan, masyarakat pun membentuk komunitas pengawalan. Seperti Indonesia Escorting Ambulance (IEA). Komunitas ini secara sukarela memandu ambulans yang membutuhkan pengawalan agar cepat sampai rumah sakit tujuan.

Karena bekerja berdasarkan azas sukarela dan rasa kemanusian yang tinggi, komunitas ini pun tidak mengharapkan bayaran sepeserpun dan menolak setiap tawaran fee dari keluarga pasien.

"Kami tidak menerima bayaran sepeser pun, bahkan jika keluarga pasien memberi, akan kami tolak, karena tujuan kami ikhlas," kata Kabid Humas Nasional Indonesia Escorting Ambulance Sidqi Muhammad Luthfi, Selasa (21/12/2021).

 Baca juga: 5 Kasus Ambulans Dihalangi di Jalan, Akibatkan Bayi Meninggal hingga Diajak Balapan

Sidqi menambahkan, bayaran sebenarnya yang paling berarti bagi kami adalah bisa sukses mengantarkan pasien sampai selamat ke rumah sakit.

"Tujuan utama kami membantu pasien selamat sampai tujuan. Kami bisa melihat pasien sampai rumah sakit tujuan, ditangani dan terselamatkan itu kami sudah sangat bersyukur dan puas," kata Sidqi.

Tidak hanya menawarkan jasa panduan mobil ambulans secara cuma-cuma, komunitas ini bahkan mengeluarkan biaya sendiri untuk membuat atribut dan menambah aksesori motor.

"Atribut seperti jaket, baju PDL, dan aksesori motor itu kita memang kita mengeluarkan uang dari kantong masing-masing," kata Sidqi

 Ilustrasi

"Organisasi ini tidak menganggarkan biaya untuk operasional. Itu balik lagi ke pribadi masing -masing gitu. Istilahnya kami sedang mencari ladang pahala untuk di akhirat nanti. Jika memang mau bergabung kami beritahu di awal bahwa ini tidak dapat uang, bahkan kita malah harus keluar uang. Makanya kalau memang dia masih niat cari amal. Kita terima jadi anggota," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini