Share

Mulai 24 Desember, Angkutan Barang Dilarang Melintas di Tol

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 22 Desember 2021 09:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 22 52 2520741 mulai-24-desember-angkutan-barang-dilarang-melintas-di-tol-dq9UPla9oy.jpg Ilustrasi Jalanan (dok ANTARAFOTO/Rifki N)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan melarang angkutan barang melintasi jalan tol mulai tanggal 24 Desember sampai 2 Januari 2022 guna kelancaran arus lalu lintas selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Hal ini berdasarkan Surat Edaran (SE) 109 Tahun 2021 yang berisikan pengalihan arus lalu lintas yang ditujukan kepada angkutan barang selama periode Libur Nataru tersebut.

Kendaraan angkutan barang nantinya bakal dialihkan dari jalan tol ke jalan nasional atau jalan arteri. Pengalihan ini menjadi wewenang Polri sebagai bentuk diskresi berdasarkan situasi dan kondisi lalu lintas terkini.

Nantinya, pengalihan diterapkan kepada angkutan barang dengan Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI) di atas 14.000 kg, mobil barang bersumbu roda 3 atau lebih, kereta tempelan, kereta gandengan, dan mobil barang yang mengangkut bahan galian, tambang, atau bahan bangunan.

Baca Juga:

Cek 73 Lokasi Crowd Free Night di Jakarta Saat Malam Tahun Baru

Jalan Tol Layang Ambruk Miring Gara-gara Dilintasi Truk Muatan 198 Ton

Berdasarkan konferensi pers pada Senin (20/12/2021), Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi memaparkan, pengalihan tersebut tidak berlaku untuk beberapa jenis angkutan barang.

Mobil barang yang dikecualikan yakni pengangkut BBM atau BBG, barang ekspor/impor yang menuju/berasal dari pelabuhan laut yang menangani ekspor/impor, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang, serta bahan makanan pokok yakni beras, tepung terigu, jagung, gula, sayur dan buah, daging, ikan, unggas, minyak goreng dan mentega, susu, telur, garam, kedelai, bawang, serta cabai.

Untuk pengemudi dan pembantu pengemudi angkutan barang di Pulau Jawa dan Bali, disyaratkan menunjukkan hasil negatif rapid test antigen dengan masa berlaku 14x24 jam jika sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap.

"Namun, jika baru menerima vaksin dosis pertama, dapat menunjukkan hasil negatif rapid test antigen dalam jangka waktu maksimal 7x24 jam. Bagi yang belum mendapatkan vaksinasi sama sekali, diharapkan menunjukkan hasil negatif antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan," kata Budi.

Hal ini berlaku juga untuk pengemudi dan pembantu pengemudi angkutan barang di luar Jawa dan Bali wajib menunjukkan hasil rapid test antigen 1x24 jam tapi dikecualikan dari syarat kartu vaksinasi.

Selain itu, masing-masing Pemerintah Daerah sesuai kewenangannya bisa melakukan kebijakan dan rekayasa lalu lintas sesuai kebutuhan dan kondisi di daerah administrasinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini