Share

5 Mitos Seputar Mobil Listrik yang Salah Kaprah, Apa Saja?

Bertold Ananda, Jurnalis · Kamis 23 Desember 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 22 52 2521197 5-mitos-seputar-mobil-listrik-yang-salah-kaprah-apa-saja-gN5nBfkJ0o.jpg ilustrasi (stutterstock)

MOBIL listrik akan jadi kendaraan masa depan karena dipercaya lebih ramah lingkungan karena menggunakan daya listrik. Banyak negara sudah membuat aturan mendorong penggunaan mobil listrik sebagai ganti mobil berbahan bakar fosil untuk menekan emisi Co2.

Indonesia juga sudah menargetkan 3 juta populasi kendaraan listrik pada 2030. Bahkan kini sudah 7 mobil listrik yang diluncurkan di Indonesia sepanjang 2021.

Tapi, penggunaan mobil listrik di Indonesia masih banyak tantangannya. Selain harganya yang masih mahal, stasiun pengisi daya baterai mobil listrik juga masih sangat terbatas.

Baca juga: 7 Mobil Listrik yang Diperkenalkan di Indonesia Sepanjang 2021

Kemudian muncul pula mitos-mitos seputar mobil listrik yang salah kaprah sebagaimana dirangkum oleh MNC Portal Indonesia dari beberapa sumber sebagai berikut :

1. Gampang korslet saat hujan dan menerjang banjir

Anda perlu ketahui bahwa pada impelentasinya pihak pabrikan sudah melakukan riset dengan kekat dan menyeluruh untuk memastikan mobil listrik dapat tahan lama dan awet serta tidak gampang konslet.

Mitos tersebut pada akhirnya dipatahkan dengan data dan riset yang dilakukan oleh pihak pembuat mobil. Banyak pihak pabrikan yang melakukan uji coba dengan menyeburkan mobil EV itu kedalam air. Hasilnya ditemukan tidak ada dampak apapun dan mobil dapat berjalan dengan normal.

2. Tidak ramah lingkungan

Di Indonesia sendiri memang mobil listrik tetap mengeluarkan emisi CO2. Namun kadarnya terlampau kecil dibanding CO2 hasil emisi pada mobil berbahan bakar ICE alias bensin. Hitunganya mobil listrik menghasilkan 1,07 kilogram CO2 /kilowatt-jam listrik yang digunakan.

Baca juga: Cara Memadamkan Mobil Listrik yang Terbakar, Jangan Pakai Air!

Pada mobil listrik dengan baterai 80 kWh jumlah CO2-nya mencapai 85,6 kilogram. Sedangkan mobil bertenaga bensin perlu 40 0 liter bahan bakar sehingga menghasilkan 92,4 kilogram CO2. Jadi dapat disimpulkan bahawa mobil listrik lebih ramah lingkungan ketimbang mobil bensin.

3. Kecepatan mobil listrik pelan

Mitos selanjutnya banyak yang mengatakan bahwa kecepatan mobil tidak pelan. Hal itu disebabkan karena tidak ada sistem mekanikal yang dapat menyemburkan dorongan dengan instan. Namun hal itu ditepis oleh pihak pabrikan EV.

Nyatanya sudah banyak pabrikan mobil yang mengeluarkan mobil dengan tenaga brutal. Salah satunya adalah pabrikan mobil Tesla yang membuat unit roadster yang mampu menyemburkan tenaga listrik dari 0-100km/jam hanya dalam `4,2 detik saja.

4. Lebih boros uang ketimbang bensin

Mitos salah kaprah ini juga sudah ditepis oleh pihak perusahaan EV. Setidaknya mobil listrik mematok harga pengecasan sekitar Rp 4.000 per kilowatt-jam.

Untuk mobil listrik kecil membutuhkan sekitar Rp278ribu untuk muatan penuh dan diklaim dapat menempuh jarak sejauh 450 kilometer. Itu artinya sekitar Rp70ribu per 100 kilometer. Berbeda dengan bahan bakar bensin yang rata-rata menghabiskan lebih dari RP 150.000 setiap menempuh jarak 100 km.

ilustrasi

5. Punya jarak tempuh pendek

Jarak tempuh mobil listrik sejatinya disesuaikan dengan kapasitas batrai yang digunakan disetiap mobil EV. Pabrikan saat ini sudah banyak menghadirkan mobil EV dengan jarak tempuh 400-500km.

Contoh mobil itu diantaranya Hyundai Kona Electric, Tesla Model 3, Nissan Kicks.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini