Share

Heboh Pengendara Mobil Mewah Pukul Pria Gara-gara Ditegur, Cek Sederet Faktanya

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 27 Desember 2021 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 27 52 2523198 heboh-pengendara-mobil-mewah-pukul-pria-gara-gara-ditegur-cek-sederet-faktanya-QMNMuK9iFn.jpg Pengendara mobil mewah pukul pria di parkiran minimarket karena ditegur (Dok Twitter)

JAKARTA - Heboh video di media sosial yang memperlihatkan pengendara mobil mewah memukul seorang pria di parkiran minimarket.

Dalam video yang diunggah Twitter @NAurumn, tampak pengendara mobil marah-marah kepada seorang cowok di parkiran minimarket.

Terlihat pria yang mengenakan peci itu ditampar hingga ditendang oleh pengendara mobil berkaos putih.

Penganiayaan diduga terjadi lantaran cowok berpeci itu mau mengeluarkan sepeda motornya yang terhalang mobil cowok berkaos putih tersebut.

Baca Juga:

Waspada Penyebab Rem Blong dan Cara Mengatasinya

Viral Pelaku Curanmor Gagal Beraksi Gara-gara Motor Pakai Kunci Ganda

Seketika ia menegur sang sopir atas kejadian itu. Dilihat juga pada awal video, mobil itu sempat menyenggol motor di depannya ketika parkir.

Kemungkinan nggak terima dengan teguran cowok berpeci, cowok pengendara mobil langsung emosi dan seketika menampar pipi sebelah kanan cowok berpeci tersebut.

Tampak pegawai minimarket sempat melerai keduanya.

Pelaku Ditangkap

Melansir iNews Sumut, polisi telah menangkap dan menetapkan pengemudi mobil HM (45), yang viral memukul dan menendang remaja di Medan, Sumatera Utara (Sumut), sebagai tersangka.

"Polisi langsung mencari tersangka berbekal CCTV. Dari hasil penyedilikan, kami berhasil menangkap pelaku," tegas Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko.

Alasan Pelaku

Saat dimintai keterangannya, pelaku HM mengaku jengkel karena korban mengatakan kata-kata tidak sopan.

Dia tersulut emosi hingga melakukan penganiaayaan.

"Kalau keterangan dari tersangka katanya motifnya sakit hati karena korban itu tidak sopan kata-kata," ucap Riko.

Pelaku Wajib Lapor

Proses penyelidikan terhadap tersangka terus berlanjut meski HSM tidak ditahan.

"Penyidik sudah menetapkan HSM sebagai tersangka dan kasus ini tidak berhenti karena status tersangka tidak dapat ditahan, akan tetapi kasus ini terus berlanjut," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Ia menjelaskan, penyidik sudah bekerja profesional dengan menerapkan Lex specialis derogat legi generali, hukum yang bersifat khusus (lex specialis) mengesampingkan hukum yang bersifat umum (lex generalis).

Dalam kasus tersebut, HSM dikenakan pasal 80 ayat 1 junto 76 C Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman paling singkat tiga tahun enam bulan penjara dan denda Rp72 juta.

Hadi menjelaskan, tersangka tidak ditahan petugas karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun. Namun, tersangka dikenakan wajib lapor seminggu sekali ke penyidik Satreskrim Polrestabes Medan.

Bantahan Ibu Korban

Ibu korban Srikrina menjelaskan, jika anaknya tidak pernah mengeluarkan kata-kata kasar. Anaknya saat itu hanya meminta izin agar pelaku menggeser mobilnya.

"Anak saya tidak ada berkata-kata kasar. Dia bilang sama saya pak tolong geser mobilnya sedikit. Tapi orang tua langsung pukul dan nendang dan mengeluarkan kata-kata kotor kepada anak saya," tegas Riko.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini