Share

Pemilik Tesla S Ini Pilih Ledakan Mobilnya Pakai Bom 30 Kg, Ketimbang Harus Bayar Rp321 Juta

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 27 Desember 2021 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 27 52 2523259 pemilik-tesla-s-ini-pilih-ledakan-mobilnya-pakai-bom-30-kg-ketimbang-harus-bayar-rp321-juta-miKCSQp9uW.jpg Ilustrasi api (dok Freepik)

JAKARTA - Toumas Katainen begitu marah dan kecewa karena biaya ganti baterai mobilnya itu bernilai fantastis.

Melansir Electrec, pemilik mobil Tesla Model S itu menghancurkan mobilnya di Jaala, sebuah desa tertutup es di Wilayah Kymenlaakso, Finlandia.

Kejadian itu disaksikan oleh beberapa orang, dan diunggah ke saluran YouTube Pommijatkat.

Katainen mengklaim mobilnya tak bermasalah sejak awal pembelian. Namun, tiba-tiba saja kode eror mulai muncul sejak mobil menyentuh jarak 1.500 km.

Atas hal ini, ia mengirim mobilnya ke bengkel dealer Tesla dan dicek selama satu bulan.

infografis

Baca Juga:

Heboh Pengendara Mobil Mewah Pukul Pria Gara-gara Ditegur, Cek Sederet Faktanya

6 Cara Merawat Motor Sendiri Selama Liburan Akhir Tahun

Namun sayangnya, permasalahan belum selesai. Katianen diberi tahu pihak dealer jika mereka tak bisa melakukan apapun untuk memperbaiki mobil tersebut.

Pilihannya hanya mengganti seluruh baterai dengan biaya USD22.600 atau Rp321 juta.

Katainen saat itu berpikir biaya tersebut bisa untuk membeli model S 2013 bekas lainnya di Finlandia.

"Ketika saya membeli Tesla itu, 1.500 km pertama bagus. Itu mobil yang luar biasa. Kemudian kode kesalahan muncul. Jadi saya memerintahkan truk derek untuk membawa mobil saya ke bengkel. Selama hampir sebulan mobil itu berada di bengkel dealer dan akhirnya saya mendapat telepon bahwa mereka tidak dapat melakukan apa pun untuk mobil saya. Satu-satunya pilihan adalah mengganti seluruh sel baterai," papar Katainen.

Hingga kemudian, Katainen berencana meledakkan Tesla tersebut.

Untuk melaksanakan rencananya, Katainen lalu meminta bantuan YouTuber Pommijatkat.

"Ini akan menelan biaya setidaknya 20.000 Euro (sekira Rp321 juta). Jadi, saya memberi tahu mereka bahwa saya akan datang untuk mengambil mobil saya. Dan sekarang saya akan meledakkan seluruh mobil karena ternyata tidak ada jaminan atau apa pun," tegas Katainen.

Saat meledakkan Tesla, Katainen dan Pommijatkat mempertimbangkan beragam faktor seperti gelombang tekanan besar bahan peledak dan arah ledakan untuk memastikan keamanan.

Dalam video itu juga terlihat boneka CEO Tesla Elon Musk yang dijatuhkan dari helikopter dan ledakan besar dari mobil tersebut.

Setelah ledakan dilakukan, tidak ada satu pun mobil yang tersisa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini