Share

4 Dampak Buruk Penggunaan Premium dan Pertalite Terhadap Mesin Kendaraan

Bertold Ananda, Jurnalis · Jum'at 31 Desember 2021 07:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 52 2524969 4-dampak-buruk-penggunaan-premium-dan-pertalite-terhadap-mesin-kendaraan-VYAdByeZBb.jpg ilustrasi (stutterstock)

BENSIN premium dan pertalite banyak digunakan pengendara di Indonesia khususnya sepeda motot. Harga dua jenis bahan bakar minyak (BBM) itu lebih murah ketimbang pertamax (RON 92) atau sejenisnya. Maklum nilai oktan RON bensin dan pertalite yakni 88 dan 90.

Karena nilai oktannya masih rendah, jadi penggunaan premium dan pertalite diklaim kurang baik bagi mesin kendaraan dibandingkan pertamax atau BBM yang punya RON di atas 92.

Baca juga: 5 Tips Aman Isi BBM di SPBU Agar Terhindar dari Kecurangan

Apa saja dampak buruknya?

1. Timbul kerak diruang bakar

Perlu Anda ketahui lebih lanjut bahwa bahan bakar jenis pertalite dan premium memiliki jumlah residu yang cukup banyak loh. Hal ini tentunya jika dibiarkan terus menerus akan mengakibatkan munculnya kerak diruang bakar.

Tentu hal pertama yang akan dirasakan yakni performa mobil menjadi menurun karna kerak kotoran diruang bakar yang menumpuk.

2. Mesin ngelitik

Bahaya pertama yang dapat Anda rasakan ketika mencampur 2 jenis BBM yakni mesin kendaraan menjadi knocking alias ngelitik. Kondisi seperti ini terjadi pada mesin mobil maupun mesin motor.

Baca juga: 5 Mitos Menghemat BBM yang Masih Dipercaya Banyak Orang, Apa Saja?

Hal ini disebabkan bahwa mencampur kedua bahan bakar akan membuat kinerja pembakaran menjadi tidak sempurna. Itulah yang menyebabkan mesin kendaraan Anda menjadi ngelitik.

3. Tidak ramah lingkungan

Dampak selanjutnya yang didapat dari penggunaan premium dan pertalite yakni emisi gas buang tidak teratur. Sebab RON yang digunakan tidak memenuhi standar dan kapasitas mesin baru saat ini. Maka yang terjadi secara tidak langsung kendaraan Anda turut mencemari lingkungan.

4. Mogok dan harus turun mesin

Dampak paling buruk dan krusial akibat menggunakan kedua bahan bakar tersebut ialah dapat menyebabkan mesin kendaraan tidak bisa berfungsi atau macet. Pasalnya hal itu terjadi akibat timbulnya kerak yang menumpuk dan tidak dibersihkan secara berkala.

ilustrasi

Tumpukan residu dan kotoran tersebut diakibatkan oleh kedua jenis BBM yang sebenarnya tidak sesuai standar spesifikasi mesin baru saat ini.

Komponen yang macet umumnya terdapat pada bagian valve (klep) dan akhirnya mesin kendaraan jadi tidak bekerja. Cara satu-satunya dengan melakukan perbaikan turun mesin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini