Mengenal Macito, Bus Klasik untuk Nikmati Sensasi Keliling Kota Malang

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 04 Januari 2022 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 52 2526900 mengenal-macito-bus-klasik-untuk-nikmati-sensasi-keliling-kota-malang-fICuDxOo4x.jpg Bus Malang City Tour atau Macito (MPI/Avirista)

WISATAWAN yang berkunjung ke Kota Malang, Jawa Timur bisa kembali menikmati sensasi berkeliling kota dengan bus Malang City Tour (Macito) yang sudah direbranding dengan desain lebih ramping dan menarik.

Bila sebelumnya Macito didesain tertutup dan bertingkat, sekarang bus ini tampil terbuka dengan dengan warna dominan biru. Bodi bus juga lebih ramping, kecil, dan artistik mirip bus klasik di masa kolonial Belanda, sehingga bisa leluasa menyusuri jalan-jalan kecil di Kota Malang.

Bus Macito siap memberikan sensasi berwisata keliling Kota Malang dengan melintasi tempat-tempat wisata khususnya kawasan heritage dan kampung tematik. Macito bakal dioperasikan gratis ke wisatawan.

 Baca juga: Kecenya Kendaraan Ganda Pertama di Dunia, Bus atau Kereta Api?

Wali Kota Malang Sutiaji saat peresmian bus Macito, Jumat 31 Desember 2021 mengatakan bahwa bus Macito akan beroperasi setiap hari dengan menelusuri jalan-jalan Kota Malang.

 ilustrasi

Bus Macito (MPI/Avirista)

Dengan adanya bus Macito, Sutiaji berharap tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Malang makin meningkat.

Pemkot Malang berencana menambahkan 2 unit lagi bus Macito. Satunya senilai Rp1,8 miliar.

"Kita anggarkan dua, yang lama tidak kita pakai karena belum dapat izin dari Direktorat Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Insya Allah akan kita manfaatkan untuk kegiatan lain. Karena ini satu sebenarnya, kemarin dua, tapi kena refocusing (anggaran imbas COVID-19) itu. Jadi kalau ini animonya banyak, tentu akan kami tambah. Yang paling nggak minimal tiga, empat, hingga lima," terangnya.

Nantinya bus wisata Macito ini bakal diadakan pengadaan melalui anggaran di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. "Tapi setelah itu diserahkan ke dinas pariwisata sehingga operasionalnya di sana," tutur pria kelahiran Lamongan ini.

 Baca juga: Ingin Plesiran Naik Bus? Cek Dulu 5 Hal Ini Demi Keamanan

Menurutnya, bus ini didesain sedemikian rupa dengan menonjolkan ciri khas Malang dan bakal difungsikan mulai libur tahun baru 2022 besok. Ia berharap desain yang menarik dengan ciri khas Malang, menjadikan bus ini bisa mendongkrak okupansi wisatawan.

 

"Ya ini desainnya prosesnya panjang, karakter-karakter Malangan dimasukkan ke sana. Ya tentu kami tidak akan dilombakan tapi dari berbagai masukan kemarin, kan inilah jadinya," ucapnya.

Sementara desainer bus Macito Hasan Muda menyebut, desain bus ini terinspirasi dari banyaknya bangunan - bangunan kuno bernuansa heritage di Kota Malang. Sehingga bus Macito mengaplikasikan bentuk bangunan tersebut di ukiran pagar samping penumpang dan bodi bus. Ia mengaku memerlukan waktu 25 hari ini untuk menyelesaikan desain bus wisata itu.

"Saya coba masukkan dan selain itu juga Kota Malang kota buah-buahan, seperti itu dulu saya coba masukkan untuk backgroundnya. Selain itu malang juga dekat dengan Kerajaan Singosari, jadi saya coba masukkan. Dan terakhir saya coba masukkan unsur Singo Edan dalam desain relief pagarnya. Berdasarkan logo kota malang zaman kolonial," ungkapnya.

Selain perbedaan signifikan dari filosofi bentuknya, bodi bus yang lebih ramping dan kecil, menjadikan bus bisa melintasi jalan - jalan di Malang yang tak begitu lebar dengan ukuran 2,1 x 7,4 meter. Maka sang desainer bekerjasama dengan pembuat bus dari PT Rega Dana Asia Bandung, sengaja membuat bentuk bus lebih kecil, tetapi dengan interior lebih unik.

"Terus masukkan kira-kira nama yang unik bukan macitonya, kenapa saya masukkan dorado dari Timur, karena Malang kalau nggak salah punya beberapa sebutan orang Belanda dulu. Kota Eldorado dari timur, karena saking bagusnya kota malang, kayak Paris Van East Java," tuturnya.

Pihaknya sengaja mendesain bus wisata ini terbuka agar kesan interaktif terasa. Hal ini sesuai juga dengan permintaan Pemkot Malang dan layaknya bus wisata di daerah lain.

"Jadi kita memilih terbuka atau tertutup, dan supaya lebih menarik dan aktivitas pariwisata, permintaan pemerintah daerah lebih interaktif karena mobil ini milik masyarakat. Kalau hanya monolog, nggak lucu juga, hanya mobil berjalan," papar dia.

 ilustrasi

Sementara itu Barlian Nasution, selaku Konstruktor pembuat bus dari PT Rega Dana Asia mengungkapkan, bus wisata ini memang didesain sedemikian rupa dengan ukuran lebih ramping dari bus sebelumnya. Dimensi bus ini memiliki 2,1 meter X 7,4 meter.

"Aturan kementerian yang diizinkan panjang boleh 8 meter, tetapi kami di 7,4 meter lebar yang diizinkan 2 meter 10, tinggi yang diizinkan 3,20 kami 3,10 meter, dengan CC 4.200," beber Barlian.

"Jadi kita tidak bisa bikin yang besar, rata - rata kota di Indonesia ini kecil. Apalagi Malang ini modelnya kayak negara Eropa bloknya kecil. Beda kayak Jakarta besar, kalau di sini nggak bisa belok. Kita standarnya ngambil medium bus," tambahnya.

Pihaknya mengklaim bila bus Macito ini dapat mengangkut 50 penumpang, tetapi demi kenyamanan maka kapasitas penumpang dibatasi hanya 20 - 22 penumpang. Bahan interior bus juga diklaim lebih awet karena terbuat dari bahan wood polyester.

"Materialnya material gigi balang itu pakai wood polyester itu 20 tahun nggak akan keropos, jenis kayu khusus. Kalau pagarnya pakai cat juga yang dibakar 400 derajat karena sifatnya outdoor," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini