Share

Ternyata Ini Penyebab Tak Boleh Pakai Lampu Hazard Saat Musim Hujan

Antara, Jurnalis · Rabu 05 Januari 2022 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 87 2527806 ternyata-ini-penyebab-tak-boleh-pakai-lampu-hazard-saat-musim-hujan-w3rU2atGVP.jpg Ilustrasi mobil (dok Freepik)

JAKARTA - Ketika berkendara dalam kondisi hujan lebat, ternyata masih banyak juga pengendara yang menggunakan lampu hazard sebagai simbol adanya kendaraan di depan atau dari arah yang berlawanan.

Lampu hazard sendiri digunakan jika memang dalam kondisi dan situasi yang sangat gawat darurat dan membutuhkan bantuan untuk para pengendara lain agar bisa memberi jalan baik dalam kondisi lowong terlebih dalam kondisi jalan yang macet.

Namun jika dalam kondisi hujan para pengendara masih tetap menggunakan lampu hazard itu adalah kebiasaan yang tidak baik, dan akan membuat bingung para pengendara akan arah mobil Anda, hendak belok ke kiri atau kanan dan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Baca Juga:

Dijuluki Crazy Rich, Cek Koleksi Motor Mewah Milik Ahmad Sahroni dan Harganya

3 Tahun Menabung di Botol Bekas Minuman, Wanita Ini Berhasil Beli Mobil Impiannya

Dikutip dari laman resmi Auto2000, kondisi hujan lebat para pengendara hanya cukup menyalakan lampu depan untuk menandakan keberadaan mobil anda.

Dengan demikian Anda dapat meningkatkan visibilitas dan posisi mobil mudah diketahui pengemudi lainnya.

Penggunaan lampu hazard yang hanya boleh digunakan dalam kondisi darurat juga tertulis dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, Pasal 121 ayat 1 yang menyatakan, "Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan."

Keadaan darurat yang dimaksud seperti, pecah ban, mobil mogok, dan situasi yang mengharuskan Anda menepikan mobil di pinggir jalan dalam kondisi aman serta membawa seorang yang harus membutuhkan perawatan medis secara cepat.

(nia)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini