Mobil Hantam 2 Sepeda Motor Lalu Melarikan Diri, Bukti Bahaya Pengaruh Alkohol Saat Berkendara

Bertold Ananda, Jurnalis · Senin 10 Januari 2022 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 52 2529776 mobil-hantam-2-sepeda-motor-lalu-melarikan-diri-bukti-bahaya-pengaruh-alkohol-saat-berkendara-EGOW1ygHuQ.jpg Kecelakaan mobil dan motor di Cirebon (MNC Portal/Hasan Hidayat)

CIREBON- Video viral di media sosial menunjukkan massa terlibat dalam pengejaran dramatis pelaku tabrak lari di Cirebon Jawa Barat, Sabtu 8 Januari 2022.

Peristiwa nahas itu berawal ketika mini bus Daihatsu Xenia dengan nomor polisi F 1285 KS, terlibat kecelakaan dengan sebuah sepeda motor di Komplek Stadion Bima Cirebon.

Namun bukannya berhenti, pelaku berinisial RNM ,29, malah tancap gas melarikan diri dengan mengemudikan kendaraannya kecepatan yang cukup tinggi.

"Awalnya, pelaku terlibat kecelakaan di dekat Patung Bima di Stadion Bima Cirebon," imbuh Kasatlantas Polres Cirebon Kota, Akp Triyono Raharja.

Warga sekitar lantas berinisiatif mengejar mobil pelaku, yang mengarah menuju jalan utama Pantura Cirebon.

Triyono memaparkan, saat melarikan diri, pelaku kembali menabrak pengendara sepeda motor di lampu merah Kedawung Cirebon.

Meski kendaraan mengalami kerusakan cukup parah, pelaku terus memacu kendaraannya, hingga berhenti di U turn dekat Polsek Kedawung.

Situasi tersebut langsung dimanfaatkan warga untuk mengamankan pelaku.

"Pelaku mengalami luka di pelipis dan telinga sebelah kanan, karena sempat diamuk massa," kata Triyono.

Atas peristiwa ini, diduga pelaku dalam kondisi mabuk saat berkendara.

"Di duga pengemudi dalam pengaruh alkohol. Untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan kendaraan diamankan di Unit Laka Polres Cirebon Kota," ucap AKP Triyono Raharja.

Bahaya Mabuk Saat Mengemudi

Instruktur Rifat Drive Labs, Erreza Hardian menjelaskan, mengemudi dalam kondisi mabuk disebut Impaired Driving atau gangguan mengemudi.

Kondisi ini membuat menurunnya indera penglihatan dan berkurangnya konsentrasi

"Impaired Driving adalah kondisi mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan, akan punya ciri penglihatan kurang, sulit konsentrasi serta refleks sangat buruk," kata Reza pada MNC Portal beberapa waktu lalu.

Untuk itu, kemampuan menjaga konsentrasi harus dilakukan untuk memperkecil risiko saat berlalu lintas jalan.

Konsentrasi bisa dijaga dengan senantiasa fokus dan waspada.

Berdasarkan Undang-Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pengemudi mabuk dikenakan pasal 310 ayat (1) berbunyi; Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan kerusakan kendaraan dan atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini