Share

Sabuk Pengaman, Fitur Keselamatan yang Kerap Disepelekan

Rio Chandra, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 05:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 87 2529990 sabuk-pengaman-fitur-keselamatan-yang-kerap-disepelekan-CcREGzrN1V.jpg Ilustrasi sabuk pengaman di mobil (dok. Freepik)

JAKARTA - Sabuk pengaman atau safety belt merupakan peranti keselamatan wajib yang ada pada mobil.

Pengemudi maupun penumpang hukumnya wajib menggunakan safety belt.

Pemerintah telah mengatur pentingnya memakai safety belt saat berkendara.

Aturan mengenai memakai safety belt tertulis pada UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 106 ayat 6 yang tertulis:

infografis

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih di Jalan dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan.

Jika tidak mengenakan safety belt ketika berkendara, akan di berikan sanksi denda yang tertulis pada Pasal 289. Pelanggar bisa dikenakan pidana berupa kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Namun, kesadaran pengemudi dan penumpang di Indonesia mengenai safety belt masih kurang. Beberapa orang berpikir bahwa sabuk pengaman cuma digunakan saat ada polisi saja, padahal, bahaya dari tidak mengenakannya sangat nyata.

Dikutip dari Toyota Astra, berikut cara kerja seatbelt yang harus di pahami :

Seatbelt merupakan salah satu fitur keamanan pasif karena baru akan berfungsi ketika terjadi kecelakaan.

Tugasnya sama dengan airbag dan crumple zone yang sudah dibahas sebelumnya, yakni melindungi penghuni kabin dan mencegah cidera serius sebagai dampak kecelakaan.

Meski hanya berupa bentangan kain berbentuk sabuk dengan pengait, sistem kerja seatbelt tidak sesederhana tampilannya.

Seatbelt wajib membaca situasi untuk menentukan kapan harus mengencang dan mengendur, sistem kerja seatbelt cukup kompleks.

Dan begitu aktif karena kecelakaan, seatbelt harus bekerja instan hanya dalam hitungan detik untuk menarik badan kamu yang akan terlempar dan memastikan tetap terikat dengan baik ke jok mobil.

Pengemudi atau penumpang yang tidak mengenakan safety belt, akan terlempar-lempar di kabin kendaraan saat mengalami kecelakaan. Lebih parahnya, pengemudi bisa terlempar keluar dari kabin kendaraan dan mendapatkan cedera yang parah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini