Video Helm Terlepas Ketika Dipakai, Yuk Perhatikan Sederet Hal Ini

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 53 2530894 video-helm-terlepas-ketika-dipakai-yuk-perhatikan-sederet-hal-ini-imPf1vtmlJ.jpg Ilustrasi helm (dok Freepik)

JAKARTA - Helm menjadi perlengkapan paling penting untuk dikenakan saat naik sepeda motor demi keselamatan.

Namun, apa jadinya jika helm terlepas ketika dipakai? Hal ini tentu membuat panik si pemakai dan bisa menyebabkan kecelakaan loh.

helm

Melalui Instagram Jakarta Keras, terlihat sebuah video viral seorang wanita yang dibonceng menggunakan helm tetapi tak diikat atau dikancing.

infografis

Hal ini memincu helm terlepas dari kepala ketika ada angin kencang.

Baca Juga:

 Viral Pria Terjebak di Mobil yang Terseret Banjir Bandang hingga Andalkan Sabuk Pengaman, Cek Fakta Terbarunya

Lintasan Khusus 1000 Meter untuk Uji Coba Kendaraan Autopilot di China Disiapkan


Beruntung, kondisi jalan di belakangnya sepi. Jika ramai maka bisa menjadi penyebab kecelakaan orang lain.

Penggunaan helm ini bisa dinilai sebagai sikap lalai, karena seharusnya helm digunakan secara benar dan berada di tempatnya.

Eksekutif Director RSV Helmet, Richard Ryan mengatakan, banyak helm pengendara motor terlepas saat terjadi kecelakaan. Ini terjadi karena salah ukuran.

"Memilih helm harus mengikuti ukuran kepala si pengendara. Jangan terlalu sempit karena akan membuat kepala sakit dan pusing, tapi juga jangan kebesaran. Kalau bisa pas dan nyaman saat dipakai," ujar Richard, saat berbincang dengan iNews.id (grup MNC Portal).

Untuk itu, Richard menyarankan untuk membeli helm di tokonya secara langsung, agar bisa dicoba terlebih dahulu. Namun, jika ingin membeli secara online, ukurannya disesuaikan dengan helm yang sebelumnya digunakan.

"Kalau belinya on the spot, kita bisa mencoba helm terlebih dahulu. Tapi kalau beli online, sebaiknya melihat ukuran helm yang sebelumnya dipakai, misalnya XL maka belinya pun harus XL," katanya.

Kemudian membeli helm juga harus memperhatikan standarisasi keselamatan, minimal terdapat label Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Departement of Transportation AS (DOT). Kedua label tersebut memiliki tingkat kualitas paling baik.

"Lihat labelnya sudah berstandar SNI dan DOT atau belum. Karena percuma, pakai helm mahal tapi saat tabrakan, helm itu kualitasnya jelek," ujar Richard.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini