Share

Jangan Dorong Mobil Bertransmisi Otomatis Saat Mogok, Bisa Fatal Akibatnya

Antara, Jurnalis · Kamis 20 Januari 2022 06:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 52 2534531 jangan-dorong-mobil-bertransmisi-otomatis-saat-mogok-bisa-fatal-akibatnya-gVaqjCYVdK.jpg Ilustrasi mobil (dok Freepik)

JAKARTA - Kendaraan roda empat bertransmisi otomatis, merupakan kendaraan yang memiliki perlakuan khusus ketika mobil itu mengalami kerusakan atau mogok di tengah jalan ketika sedang digunakan.

Jika pada kendaraan transmisi manual mengalami mati mesin atau mogok di jalan, kendaraan itu masih tidak bermasalah jika harus sampai didorong.

Namun untuk mobil bertransmisi otomatis disarankan untuk tidak didorong jika mengalami kemogokan atau mati mesin mogok.

infografis

Baca Juga:

Bikin Ngakak, Ini Nama Unik 13 Anggota Klub Motor The Prediksi

Gaga Muhammad Divonis 4,5 Tahun Penjara, Kulik Undang-undang Lalu Lintas yang Menjeratnya

"Disarankan harus menggunakan towing, dan wajib menggunakan towing jika mengalami mogok, karena kalau dipaksakan untuk didorong akan merusak bagian transmisi," ujar Instruktur Service Training Department PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Aji Prima melansir dari Antara.

Aji menjelaskan, towing diharuskan karena tidak adanya pelumasan akibat mesin yang mogok sehingga pompa oli dari transmisi itu terhenti.

Dia juga mengatakan jika memang harus menggunakan jasa derek, sebaiknya para pemilik kendaraan tersebut mengetahui penggerak dari mobil tersebut apakah terdapat di depan atau di belakang.

"Jika memang harus menggunakan jasa derek, sebaiknya pemilik harus mengetahui roda penggerak dari mobil itu sendiri. Jadi jangan sampai salah, jika roda penggerak depan, maka roda depan yang harus bergerak dan begitu sebaliknya," kata dia.

Kendati demikian, Aji mengatakan mendorong mobil bertransmisi otomatis diperbolehkan jika dalam keadaan darurat, dengan syarat jarak tempuhnya tidak terlalu jauh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini