Share

Kecelakaan Maut Balikpapan, Ini Tips Atasi Rem Blong saat Berkendara

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 21 Januari 2022 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 52 2535645 kecelakaan-maut-balikpapan-ini-tips-atasi-rem-blong-saat-berkendara-upb2DUeXtp.jpg Ilustrasi mobil (dok Freepik)

JAKARTA - Kecelakaan lalu lintas disebabkan rem blong seringkali terjadi. Terbaru, kecelakaan melibatkan truk tronton yang menghantam sejumlah kendaraan karena rem blong di persimpangan Muara Rapak, Kota Balikpapan, pada Jumat pagi (21/1/2022).

Disinyalir, rem blong ini terjadi akibat cara berkendara yang dilakukan oleh pengemudi selama melajukan kendaraannya di jalana

Melansir Buku Saku Peringatan Awas Rem Blong yang diterbitkan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan Kabupaten Wonosobo, setidaknya berikut tips atasi rem blong.

Baca Juga:

Intip Mobil Nur Afifah Balqis, Koruptor Termuda yang Ditangkap KPK

Truk Kontainer Tabrak 6 Mobil Karena Diduga Rem Blong, Cek Cara Atasinya Saat Jalanan Menurun

1. Biasanya pengendara saat melintas jalan menurun panjang dan berkelok menggunakan gigi tinggi (berarti kecepatannya juga tinggi) akan beresiko mengalami kegagalan pengereman. Untuk itu, pengendara sebaiknya hindari berkecepatan tinggi.

2. Penggunaan gigi tinggi pada jalan menurun panjang dan berkelok akan menyebabkan sistem rem (baik AOH, FAB, maupun FHB) beresiko mengalami :

- Kampas rem dan atau tromol rem kelebihan panas;

- Tekanan angin turun di bawah standar (< 6 Bar(1Bar=14,5 Psi) atau < 80-85 Psi) atau tekor;

- Minyak rem mendidih dan menyebabkan ‘angin palsu’.

3. Tidak membuang angin pada tabung rem setiap hari sebelum dipergunakan. Tabung pada rem yang berisi angin bila anginnya tidak dibuang pada saat berhenti, beresiko mengakibatkan angin berubah bentuk menjadi air yang dapat mengakibatkan kegagalan pengereman. Untuk itu, pengendara sebaiknya buang angin tabung rem.

4. Tromol rem yang panas disiram air. Hal ini tak disarankan karena tromol rem yang sering disiram air pada saat mengalami panas akan berubah bentuk (menjadi oval misalnya) dan sangat beresiko menyebabkan kegagalan pengereman.

5. Pada Sistem AOH dan FAB sering terjadi modifikasi pada sistem rem, misalnya memutus, menutup atau menambah satu atau lebih selang atau pipa untuk klakson atau lainnya dengan menggunakan sumber tenaga dari tabung angin akan berakibat menurunkan kemampuan pengereman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini