Share

Sering Gonta-ganti Merek Oli Membuat Mesin Rusak, Mitos atau Fakta?

Antara, Jurnalis · Sabtu 22 Januari 2022 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 52 2535686 sering-gonta-ganti-merek-oli-membuat-mesin-rusak-mitos-atau-fakta-koxDFu8Q2x.jpg Ilustrasi Oli (dok Freepik)

JAKARTA - Sampai saat ini masih terjadi perdebatan apakah perilaku sering berganti merek oli mesin akan menyebabkan kendala pada mesin kendaraan.

Technical Specialist PT Pertamina Lubricants Agung Prabowo menjelaskan bahwa bergonta-ganti pelumas mesin kendaraan boleh-boleh saja asalkan tingkat kekentalan (SAE) dan jenis oli yang digunakan sama, serta sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

Baca Juga:

Bayi Selamat dalam Kecelakaan Maut di Balikpapan, Ini Sistem Keamanan Daihatsu Ayla

5 Koleksi Mobil Jonathan Salim, Tampilannya Sporty dan Fun Racing

"Kalau tipe olinya sama, SAE-nya sama, oke-oke saja," kata Agung Prabowo melansir Antara.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa bergonta-ganti merek oli berpotensi menyebabkan kerusakan apabila dilakukan dengan cara yang salah karena setiap merek pelumas memiliki karakteristik formula dan senyawa yang berbeda-beda.

Untuk itu, pengguna kendaraan diharuskan melakukan flushing atau mengurang mesin dari endapan pelumas yang tersisa sebelum menganti dengan oli baru guna menghindari adanya endapan pada mesin.

Terkait pergantian jenis oli dari tipe sintetis ke pelumas konvensional, Agung Prabowo mengatakan hal itu boleh saja asalkan pelumas yang digunakan sesuai dengan spesifikasi mesin.

"Kalau memang ada oli dari base oil dengan performa yang sama, mengapa harus pakai yang lebih mahal," katanya kemudian menambahkan bahwa salah satu keunggulan oli sintetis ketimbang konvensional adalah daya tahannya terhadap panas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini