Share

Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Ingat Jangan Asal Berhenti di Bahu Jalan

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 24 Januari 2022 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 23 52 2536419 kecelakaan-maut-di-tol-cipali-ingat-jangan-asal-berhenti-di-bahu-jalan-FP3w7IvkiV.jpg Kecelakaan maut di Tol Cipali (dok iNews/Yudy Heryawan)

JAKARTA - Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Tol Cipali, Subang, Jawa Barat, Sabtu (22/1/2022).

Sebelum kecelakaan maut terjadi, minibus dan bus Primajasa nopol B 7752 FGA melaju dari arah Jakarta ke arah Palimanan, Cirebon.

Kedua kendaraan melaju di jalan tol dengan kontur lurus dengan kecepatan cukup tinggi. Tiba di lokasi kejadian, Km 111 A, bus Primajasa bernomor polisi B 7752 FGA diduga melanggar aturan di jalan tol dengan berhenti di bahu jalan untuk menurunkan dan menaikan penumpang tepatnya di Kampung Cilameri, Desa Cisaga, Kecamatan Pagaden, Subang.

infografis

Baca Juga:

Ini Loh Pentingnya Jaga Jarak Kendaraan Saat Lampu Merah, Jangan Dianggap Sepele

Kenapa Ganti Oli Gardan Mobil Harus Dilakukan Secara Rutin? Ini Penjelasannya

Lantaran bus berhenti di bahu jalan, minibus yang melaju kencang di belakangnya tak bisa menghindar.

Minibus menabrak bagian belakang bus Primajasa yang berhenti tersebut.

Akibatnya sangat fatal, dua penumpang minibus tewas di lokasi kejadian dan empat orang lainnya mengalami luka-luka. Kedua korban tewas yaitu Isti Setyawati(40), warga Cikarang Utara, Bekasi dan Sutarsih (45) warga Telukjambe Timur, Karawang.

Bahaya Berhenti di Bahu Jalan

Sebenarnya kendaraan tidak boleh berhenti di bahu jalan, kecuali dalam keadaan darurat. Hal itu mengacu ke Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Penggunaan Bahu Jalan Tol.

Bahu jalan tol di antaranya boleh digunakan dalam keadaan darurat dan diperuntukkan kendaraan yang berhenti darurat.

Sementara itu, bahu jalan tol tidak boleh digunakan untuk menarik, menderek, atau mendorong kendaraan, tidak boleh digunakan untuk keperluan menaikkan atau menurunkan penumpang dan/atau barang dan/atau hewan, dan tidak boleh digunakan untuk mendahului kendaraan lain.

infografis

Baca Juga:

Koleksi Kendaraan Calon Pemimpin Ibu Kota Baru Ahok vs Bambang Brojonegoro, Tajiran Siapa?

Mengacu lembar Penjelasan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol halaman 16, maksud keadaan darurat (pada pasal 41 ayat 2 huruf a) di mana sebagian atau seluruh jalur lalu lintas tidak dapat berfungsi, karena kejadian kecelakaan lalu lintas, pekerjaan pemeliharaan.

Terpenting lagi, keterangan untuk pasal 41 ayat 2 huruf b, pada dasarnya kendaraan tidak diperkenankan berhenti di sepanjang jalur bahu jalan.

Jadi yang dimaksud dengan kendaraan berhenti darurat adalah, mereka yang berhenti sebentar karena keadaan darurat yang disebabkan antara lain mogok, menertibkan muatan, gangguan lalu lintas, gangguan fisik pengemudi.

Untuk itu, jika kondisi lelah dan butuh istirahat, baiknya pengemudi mengarahkan kendaraan ke rest area terdekat. Selain aman, beragam fasilitas yang terdapat di dalamnya bisa dimanfaatkan lebih maksimal.

Melansir laman resmi Jasa Marga, pengelola jalan tol hanya mengizinkan pemilik kendaraan melakukan perbaikan ringan yang bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 10-15 menit. Tujuannya ialah mengantisipasi kecelakaan (tabrak belakang) dari pengendara lainnya.

Apabila perbaikan memakan waktu lebih dari 10 menit, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas derek gratis sampai pintu keluar tol terdekat, yaitu dengan menghubungi call center 24 jam di nomor hotline 14080.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini