Share

Viral Lampu Rem Mobil Bikin Silau Pengendara Lain, Yuk Pahami Lagi Aturan dan Sanksinya

Tim Okezone, Okezone · Senin 31 Januari 2022 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 31 52 2540302 viral-lampu-rem-mobil-bikin-silau-pengendara-lain-yuk-pahami-lagi-aturan-dan-sanksinya-bWnFQaYOQf.png Lampu rem mobil bikin silau pengendara lain (dok Instagram)

JAKARTA - Viral sebuah video memperlihatkan lampu rem salah satu mobil yang membuat silau pengendara lain yang berada di belakangnya.

Dalam postingan yang diunggah akun Instagram @dashcam_owner_Indonesia itu tampak, satu unit mobil yang melanju di jalan dan kemudian mengerem dan lampu putih menyala terang dari bagian belakangnya.

Lampu putih itu terlihat berada di bagian bemper belakang.

Pengemudi lain mengeluh lampu rem tambahan berwarna putih itu bikin silau dan mengganggu penglihatan.

"Menyilaukan pengendara lain, lokasi di Jember," demikian keterangan postingannya.

infografis

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat aturan mengenai persyaratan teknis dan layak jalan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 48 dan Pasal 106 ayat 3.

Dalam aturan tersebut, beberapa komponen yang dipasang pada kendaraan harus memenuhi persyaratan dari aspek keamanan dan keselamatan.

Follow Berita Okezone di Google News

Hal ini juga diatur melalui ketentuan pidana UU No 22 Tahun 2009 pada Pasal 285 ayat 1 dan ayat 2. Pasal 285

1. Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

2. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi badan kendaraan, lampu gandengan, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, spakbor, bumper, penggandengan, penempelan, atau penghapus kaca sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 55 tahun 2012 pasal 106, disebutkan dilarang memasang lampu kendaraan bermotor, kereta gandengan atau kereta tempelan yang menyinarkan:

a. Cahaya kelap - kelip, selain lampu penunjuk arah dan lampu isyarat peringatan cahaya.

b. Cahaya berwarna merah ke arah depan.

c. Cahaya berwarna putih ke arah belakang kecuali lampu mundur.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini