Share

Kecelakaan Maut di Bukit Bego Imogiri, Begini Rekomendasi KNKT

Antara, Jurnalis · Selasa 15 Februari 2022 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 15 52 2547344 kecelakaan-maut-di-bukit-bego-imogiri-begini-rekomendasi-knkt-zg19M5V9rO.jpg Kecelakaan Maut di Bukit Bego Bantul (dok MPI)

KOMITE Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) meminta Dinas Perhubungan DIY memasang papan peringatan menggunakan gigi rendah di sekitar Bukit Bego, Imogiri, Kabupaten Bantul. Ini merupakan salah satu upaya mencegah kecelakaan maut terulang lagi.

“Kami minta Dishub provinsi memasang papan peringatan untuk menggunakan gigi rendah di jalan menurun. Tadi sudah disepakati," kata Pelaksana tugas (plt) Ketua Sub Komite Moda Investigasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) KNKT Ahmad Wildan.

infografis

Wildan mengatakan, papan peringatan ini tidak hanya dipasang di Bukit Bego yang menjadi lokasi kecelakaan bus yang menewaskan 13 penumpang.

Namun juga di beberapa ruas jalan Imogiri-Dlingo yang kondisi rawan kecelakaan. Apalagi jalur ini selalu ramai dipadati para wisatawan.

“Kami juga akan edukasi kepada pengemudi, bagaimana cara melalui jalanan menurun, memindahkan gigi dan sebagainya,” katanya.

KNKT juga merekomendasikan agar di sekitar Bukit Bego dipasang jalur penyelamat dan kolam jebakan.

Hal itu perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko bahaya apabila ada kendaraan yang melaju tidak terkendali di turunan.

"Bina Marga akan memasang jalur penyelamat dan kolam jebakan yang di ban-ban (lokasi kejadian kecelakaan) itu, kolam jebakan akan kami tata lebih lanjut biar lebih bagus, dan lebih safety untuk itu," katanya.

Keberadaan ban bekas yang dipasang warga di lokasi kejadian, masih perlu ditata. Pengamanan ini masih bisa menimbulkan risiko bahaya dan dipasang kolam jebakan.

"Ban sudah dipasang tapi masih menimbulkan risiko, pertama kalau dia masuk celah pertama, ban itu bisa menghentikan putaran roda tapi yang jadi berbahaya adalah inersianya, kelembaman itu tidak bisa dihentikan," katanya.

"Artinya ketika kendaraan nabrak, orangnya (penumpang) akan terlempar ke depan semua, kita tahu bahwa pengemudi dan penumpang kita jarang pakai sabuk pengaman," katanya.

Pemerintah akan meminimalkan risiko kecelakaan tunggal karena laju bus tidak terkendali adalah kolam jebakan. Sehingga ketika bus masuk kolam jebakan, penumpang tidak akan terlempar keluar.

"Karena kalau nabraknya di tebing, dia bisa mental seperti karambol dan masuk ke jurang di kirinya kan jurang kurang lebih 10 meter, itu bahaya lagi. Jadi akan kami tata, kami apresiasi inisiasi masyarakat, tapi akan kami perbaiki, kami kembangkan menjadi lebih baik," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini