Share

Mobil Daus Mini Diamankan Polisi Karena Pakai Rotator, Yuk Cek Aturan Lengkapnya

Adhita Diansyavira, Jurnalis · Jum'at 11 Maret 2022 06:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 52 2559812 mobil-daus-mini-diamankan-polisi-karena-pakai-rotator-yuk-cek-aturan-lengkapnya-0l3xYIxLxQ.jpg Daus Mini (dok Okezone)

MOBIL komedian Ahmad Firdaus alias Daus Mini terjaring Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok, Kamis dini hari 10 Maret 2022.

Dia dinilai melanggar peraturan lalu lintas dengan menggunakan lampu rotator ketika melintas di Jalan Raya Margonda.

Ketua Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Depok AKP Winam Agus membenarkannya. Mobil tersebut melanggar beberapa aturan. "Karena memasang rotator dan strobo di mobil pribadi," katanya.

Penggunaan rotator, strobo, atau sirine hanya boleh digunakan oleh instansi seperti polisi, ambulans, dan mobil pemadam kebakaran. Hal tersebut sudah diatur dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Mobil tersebut juga melanggar aturan dengan menggunakan pelat nomor palsu.

infografis

"Benar, tidak sesuai dengan yang di STNK dengan yang terpasang," ujar Winam.

Sebelumnya, mobil Daus Mini sempat diamankan ke Polrestro Depok.

"Sudah dilepas oleh serse setelah koordinasi dengan pihak lantas. Mungkin sudah dilakukan penilangan," ucapnya.

Aturan Lengkap Rotator

Penggunaan lampu rotator, strobo, hingga sirene pada kendaraan bermotor di jalan raya diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), tepatnya pada Pasal 134 dan 135.

Jika digunakan secara bebas, apalagi untuk keperluan pribadi, petugas kepolisian bisa menindaknya secara tegas. Sebab, kini tak sedikit oknum yang menjual aksesori tersebut tanpa tanggung jawab.

Berikut pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan saat di jalan raya sesuai aturan tersebut:

a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.

b. Ambulans yang mengangkut orang sakit.

c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.

d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia.

e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara.

f. Iring-iringan pengantar jenazah.

g. Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Lalu, pada Pasal ke 135 Pasal 1, disebut bahwa kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 di atas, harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan/atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirene.

infografis

Jika sudah mengetahui dasar hukumnya, perlu juga paham soal peruntukan warna pada lampu isyarat atau strobo. Terkait hal ini, tertera di Pasal 59 ayat 5 UULLAJ Nomor 22 Tahun 2009;

a. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

b. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah.

c. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk kendaraan bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus.

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi kendaraan yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini