Share

Perbedaan Mobil Injeksi dan Karburator, Ini Kelebihan Kekurangannya

Tangguh Yudha, Jurnalis · Senin 14 Maret 2022 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 13 52 2560863 perbedaan-mobil-injeksi-dan-karburator-ini-kelebihan-kekurangannya-HgqvwB6Y0w.jpg Ilustrasi mesin mobil (Auto Guide)

SEIRING dengan kemajuan teknologi, sistem pembakaran pada mobil kini ada dua ragam, yakni injeksi dan karburator. Keduanya tentu memiliki perbedaan.

Sistem injeksi dilengkapi dengan bermacam sensor sehingga dapat bekerja dalam mengukur penggunaan bensin dan udara ketika proses pembakaran.

 BACA JUGA: Cara Aman Isi Freon AC Mobil di Rumah, Perhatikan Selangnya!

Sementara itu, sistem karburator mengandalkan gerakan piston untuk menentukan kebutuhan volume bensin, sehingga tidak ada ukuran pasti.

Meski demikian, kedua sistem sama-sama bertugas untuk mencampurkan udara dengan bensin untuk menghasilkan pembakaran pada ruang mesin.

Hanya saja, sistem karbu bekerja dengan hukum bernoulli yaitu, perbedaan tekanan karena pergerakan piston. Sementar injeksi menggunakan sistem sensor yang diatur oleh ECU (Electronic Control Unit).

 

Nah agar lebih jelas, berikut perbedaaan sistem injeksi dan karburator, dilansir dari berbagai sumber.

Dari segi penggunaan bahan bakar, karena sistem injeksi telah menggunakan sensor maka penggunaan bahan bakar mereka lebih presisi, sesuai kebutuhan.

 BACA JUGA: Pilihan Mobil Diesel Harga Rp50 Jutaan, Mana Favoritmu?

Sementara karburator kesulitan mengukur rasio pencampuran bahan bakar dengan udara dan hanya mengandalkan gerakan piston.

Di sisi lain, sistem karburator memiliki sistem choke yang berfungsi untuk menghambat aliran udara sebelum memasuki karburator. Proses ini biasanya terjadi saat mesin baru saja dihidupkan.

Suhu yang rendah membuat bensin mengembun pada dinding manifold sehingga hanya sedikit bensin yang masuk masuk ruang bakar.

Pada sistem injeksi tidak ada tuas choke karena adanya injektor yang secara otomatis membuka lebih lama agar bensin yang keluar lebih banyak saat suhu mesin rendah.

Baik sistem karburator maupun injeksi, keduanya memerlukan servis rutin. Pembersihan karburator biasanya dilakukan saat penggantian oli atau setiap jarak tempuh 4.000 km.

 Ilustrasi

Sementara itu, servis mesin injeksi tidak perlu terlalu sering, setidaknya setiap motor sudah menempuh 10,000 km atau saat ganti oli.

Hanya saja, servis motor sistem injeksi lebih mahal karena suzuki eritgprosesnya yang lebih sulit dengan adanya komponen elektroniknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini