Share

5 Penyebab Oli Motor Cepat Habis, Berikut Cara Mengatasinya

Tangguh Yudha, MNC Portal · Jum'at 18 Maret 2022 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 18 53 2563793 5-penyebab-oli-motor-cepat-habis-berikut-cara-mengatasinya-GWBLlE5ZxM.jpg Ilustrasi isi oli motor (Hirerush)

PARA pemilik motor mungkin pernah mendapati masalah oli cepat habis. Tentu ini akan sangat menganggu karena oli yang habis bisa menyebabkan kerusakan fatal pada mesin, bahkan dalam beberapa kasus, mesin bisa jebol dan harus diganti.

Jangan tunggu mesin rusak dulu baru mencari penyebabnya. Sedari awal, masalah oli cepat habis harus segera diatasi. Berikut beberapa penyebab oli mesin cepat habis yang perlu diketahui beserta cara mengatasinya, melansir dari laman resmi Honda.

1. Seal oli bocor

Kebocoran pada seal oli bisa disebabkan oleh pengisian oli yang melebihi kapasitas dan umur dari seal oli itu sendiri. Hal ini akan menyebabkan ‘oil up’, dimana oli meluber lewat lubang pernafasan ke filter udara dan ruang karburator.

 BACA JUGA: Yuk Kenali Gaya Modifikasi PCX Thailook, Kece Banget Buat Anak Motor

Untuk itu selalu pastikan pemasangan seal oli sudah benar dan tepat. Pastikan jumlah oli yang dimasukkan sesuai dengan takaran yang sudah ditentukan. Ini juga berlaku untuk penggantian oli mesin, oli sokbeker serta transmisi.

2. Piston dan ring piston aus

Ring piston yang sudah aus juga bisa menjadi salah satu penyebab oli motor cepat habis. Bila ring piston aus, maka ring piston akan menjadi kendur dan udara akan masuk ke ruang oli, dan menyebabkan turunnya tekanan kompresi mesin.

Terlalu banyaknya campuran bahan bakar udara yang masuk ke ruang oli tentunya dapat menyebabkan oli tersebut terbakar dan oli menjadi lebih cepet habis. Hal ini juga akan menyebabkan motor mengeluarkan asap yang cukup banyak.

 BACA JUGA: Kenali Modifikasi Vega ZR Gaya Thailook, Desain Unik dan Mencolok

Solusi untuk ring piston rusak adalah dengan melakukan overhaul. Masalah ini bisa dihindari dengan cara melakukan perawatan yang rutin, khususnya yang terkait dengan oli mesin dan sistem pendinginan mesin (air radiator).

3. Kekentalan oli atau SAE tidak sesuai dengan spesifikasi mesin

Bila menggunakan oli yang lebih kental daripada yang direkomendasikan, maka motor akan terasa lebih berat. Bila oli yang digunakan lebih encer daripada yang direkomendasikan, maka motor akan terasa lebih ringan.

Sebaiknya gunakan oli sesuai dengan spesifikasi motor atau standar dari pabrikan. Ada baiknya bila ingin mengisi oli, melihat buku pedoman terlebih dahulu untuk mengetahui jenis oli yang dibutuhkan oleh mesin motor.

4. Pemakaian motor tang tidak normal

Pemakaian motor yang tidak normal seperti ugal-ugalan juga dapat membuat oli mesin cepat habis. Mesin yang terlalu digeber akan cepat panas dan menyebabkan oli menguap dan berkurang.

Jika tidak ingin oli mesin cepat habis gunakan motor dengan normal. Jangan sering gaspol kendaraan kalian. Ini juga tentu akan berdampak pada awetnya kendaraan.

Ilustrasi

5. Jarang ganti oli

Bila oli dipakai terus dalam jangka waktu yang lama, maka volume oli itu akan berkurang dikarenakan penguapan yang terjadi pada oli itu sendiri dibawah batas minimal. Jika hal ini terus menerus dilakukan maka bukan tidak mungkin mesin akan rusak.

Oli mesin baiknya rutin diganti setiap 2000 – 3000km pemakaian. Dengan begitu kalian akan mendapat hasil maksimal dari mesin sekaligus mengurangi resiko kerusakan mesin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini